Browkis Kupang Kembangkan Usaha Kudapan Pukis dan Brownies

  • 05 Agt 2026 09:35 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Berawal dari sekadar kegemaran mengulik resep kudapan manis di dapur rumah, Mariani Idham sukses merintis bisnis kuliner rumahan bertajuk Browkis Kupang. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini kini menjadi salah satu pilihan favorit pencinta kudapan Fudgy Brownies dan Kue Pukis di Kota Kupang.

Kisah perjalanan bisnis tersebut dibagikan Mariani saat menjadi narasumber dalam Obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Kupang pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Mariani mengungkapkan, nama "Browkis" lahir dari perpaduan dua jenis produk olahan utamanya, yaitu Brownies dan Pukis. Sebelum memfokuskan diri berbisnis, wanita yang berdomisili di Kecamatan Alak ini hanya membagikan hasil panggangan kuenya kepada kerabat dan kawan dekat sebagai sampel (tester).

"Awalnya saya menjual cemilan biasa dan paling favorit itu pukis. Kemudian saya iseng ulik resep brownies, teman-teman tester ternyata sangat suka dan sering repeat order. Dari situ saya gabungkan nama Brownies dan Pukis jadi Browkis," ujar Mariani.

Bakat memasaknya diakui tumbuh sejak kecil karena terbiasa melihat sang ibu membuat aneka jajanan tradisional. Usaha ini makin intensif ia jalankan sejak pertengahan Juli lalu setelah anak-anaknya mulai memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD), sehingga ia dapat memanfaatkan waktu luang di rumah secara produktif.

Guna mempertahankan cita rasa otentik dan kepuasan konsumen, Browkis Kupang menerapkan sistem pemesanan yang disesuaikan. Fudgy Brownies (Made by Order): Diproduksi segar (fresh) berdasarkan pesanan setiap hari dengan full topping pilihan seperti keju, mesis, hingga Oreo. Sedangkan, Kue Pukis (Open Order): Dihadirkan secara berkala karena membutuhkan proses fermentasi adonan yang lebih lama. Varian yang ditawarkan mencakup meses, red velvet, Oreo, kacang, dan keju.

Seluruh proses pembuatan kue dikerjakan secara mandiri oleh Mariani tanpa bantuan tenaga kerja lain demi menjaga standar mutu rasa tetap konsisten.

Berlokasi di kawasan Alak, Mariani tak menampik adanya kendala logistik pengiriman barang ke pusat Kota Kupang. Untuk memberikan kemudahan serta meringankan beban ongkos kirim pelanggan, ia memilih mengantarkan langsung pesanan tersebut.

Sistem pemasaran Browkis Kupang juga terus bertransformasi. Selain dari mulut ke mulut (word of mouth) dan kontak WhatsApp, ia kini aktif memanfaatkan jejaring media sosial TikTok dan Instagram (@browkis_kupang), hingga menjajaki kerja sama dengan pembuat konten (food vlogger) lokal untuk memperluas jangkauan pasar.

Menutup perbincangan, Mariani memberikan dorongan moral bagi masyarakat atau ibu rumah tangga yang ingin memulai wirausaha dari rumah.

"Kuncinya ada pada niat dan konsistensi. Jangan malas bergerak dan jangan mengubur potensi yang kita miliki. Berani keluar dari zona nyaman, terus kembangkan potensi yang ada, dan yakin rezeki tidak akan tertukar," ujarnnya, mengakhiri. (TT)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....