Dimsum Bunya: Dari Ide Sederhana Jadi Favorit Pelanggan
- 20 Mei 2026 14:34 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Berawal dari kecintaan terhadap jajanan kuliner, usaha homemade “Dimsum Bunya” kini menjadi salah satu produk dimsum yang mulai dikenal dan digemari masyarakat Kota Kupang. Perjalanan usaha tersebut dibagikan langsung oleh Vita, pemilik Dimsum Bunya, dalam program Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang, Rabu, 20 Mei 2025.
Vita menceritakan, ide membuka usaha dimsum muncul secara sederhana pada Juli 2025. Saat itu, sepulang dari kegiatan Car Free Day (CFD), dirinya terinspirasi untuk mencoba membuat dimsum karena seluruh bahan dasar yang dibutuhkan tersedia di dapurnya.
“Awalnya karena saya memang suka jajan. Pulang dari CFD, saya kepikiran untuk coba bikin dimsum sendiri karena bahan-bahannya sudah ada di rumah,” ujarnya.
Berbekal rasa penasaran, Vita mulai mempelajari cara membuat dimsum dengan mencari berbagai referensi hingga menemukan cita rasa yang sesuai. Hasil percobaan tersebut kemudian dibagikan kepada kerabat dan saudara sebagai tester. Respons positif yang diterima membuat Vita bersama suaminya semakin percaya diri untuk membuka pemesanan dimsum secara umum.
Nama “Bunya” sendiri memiliki arti khusus bagi pasangan tersebut, yakni singkatan dari “Bunda dan Ayah”. Nama itu dipilih sebagai simbol usaha keluarga yang dibangun bersama.
Seiring berjalannya waktu, Dimsum Bunya mulai mendapat tempat di hati para pecinta kuliner di Kota Kupang. Tidak hanya mempertahankan kualitas rasa, Vita juga terus menghadirkan berbagai varian menu sesuai permintaan pelanggan.
Adapun varian yang ditawarkan antara lain original, spicy mayo, mentai original, mentai keju, mentai mix, dimsum kuah creamy, serta dimsum goreng dengan keju lumer dan keju lumer mentai.
Menurut Vita, pengembangan menu yang dilakukan dalam waktu kurang dari satu tahun tersebut merupakan bentuk inovasi agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dan tidak merasa bosan.
“Varian-varian baru ini kebanyakan muncul dari permintaan pelanggan juga. Jadi kami mencoba menyesuaikan selera mereka,” katanya.
Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat, Dimsum Bunya terus berupaya mempertahankan eksistensinya melalui kualitas produk dan strategi promosi digital. Vita memanfaatkan media sosial Instagram melalui akun @dimsum_bunya sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.
Menurutnya, konten media sosial memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan minat masyarakat sekaligus membantu memperluas jangkauan pemasaran produk di Kota Kupang. Selain promosi digital, rekomendasi dari mulut ke mulut juga menjadi salah satu faktor yang membuat Dimsum Bunya semakin dikenal masyarakat.
“Alhamdulillah, pelanggan yang datang bukan hanya dari media sosial, tetapi juga dari rekomendasi teman ke teman,” ujarnya.
Vita mengungkapkan, dalam sehari Dimsum Bunya mampu memproduksi lebih dari 100 pieces dimsum dan sebagian besar selalu habis terjual. Tingginya permintaan tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal buatan UMKM mampu bersaing dan mendapat tempat di hati masyarakat.
Tidak hanya melayani penjualan harian, Dimsum Bunya juga menerima pemesanan hampers untuk berbagai momen spesial seperti hari raya, ulang tahun, hingga acara tertentu yang dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan.
Saat ini, Dimsum Bunya juga telah memiliki outlet yang berlokasi di kawasan Kelapa Lima, Kota Kupang. Kehadiran outlet tersebut diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam melakukan pemesanan maupun menikmati produk secara langsung.
| Baca juga: Tahu Bintang, UMKM Lokal yang Terus Bersinar |
Dalam menjaga kualitas produk, Vita mengaku selalu menggunakan bahan-bahan berkualitas, meskipun beberapa di antaranya harus didatangkan dari luar Kota Kupang karena belum tersedia secara lokal. Hal tersebut dilakukan demi mempertahankan cita rasa khas Dimsum Bunya agar tetap konsisten.
Ia juga mengungkapkan, suka dan duka selama menjalankan usaha menjadi bagian penting dalam proses bertumbuh sebagai pelaku UMKM. Melalui berbagai event UMKM di Kota Kupang, dirinya semakin banyak bertemu pelanggan baru sekaligus membangun relasi dengan sesama pelaku usaha.
“Dari situ saya belajar bahwa mempertahankan kualitas memang butuh konsistensi. Selain itu, pelayanan yang baik juga penting supaya pelanggan merasa dihargai,” ujarnya.
Di akhir obrolan, Vita memberikan pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin memulai usaha sendiri, agar tidak takut mencoba dan terus belajar mengembangkan kemampuan.
“Kalau mau mulai usaha, jangan takut gagal, gassss saja dan jangan gengsi. Apa pun yang mau dikerjakan harus dipelajari dan dijalani dengan serius,” katanya.
Melalui Dimsum Bunya, Vita berharap UMKM di Kota Kupang dapat terus berkembang, saling mendukung, serta semakin kreatif dalam menghadirkan produk lokal yang berkualitas. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....