Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Kupang
- 06 Okt 2026 13:28 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Budaya dinilai strategis dalam membentuk karakter dan menjaga persatuan.
- NBD menjadi contoh ruang kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
- Pemkot berkomitmen mendorong pembenahan Lapangan Futsal NBD pada 2027.
- Event Budaya NBD diharapkan berkembang menjadi gerakan pelestarian budaya masyarakat.
RRI.CO.ID, Kupang — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan keberagaman bukan sekadar realitas sosial, tetapi kekuatan utama yang harus dirawat untuk menjaga persatuan dan mendukung pembangunan Kota Kupang. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Event Budaya Kelurahan Nunbaun Delha (NBD) Tahun 2026 di Lapangan Futsal NBD, Senin 5 Oktober 2026.
Kegiatan mengusung tema “Melestarikan Budaya Lokal, Memperkuat Persatuan.”

Menurut Christian, kebudayaan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter masyarakat. Karena itu, budaya tidak boleh hanya diperlakukan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi harus diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas masyarakat.
“Budaya bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu, kita harus menjaganya dengan baik,” kata Christian.
Ia menilai keberagaman suku, etnis, agama, dan tradisi yang hidup di Kota Kupang merupakan modal sosial yang harus dikelola dengan semangat toleransi dan persaudaraan. Christian menyebut Nunbaun Delha sebagai salah satu gambaran kehidupan masyarakat Kota Kupang yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan dalam ruang kebersamaan.
“Keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Bukan menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan,” katanya.
Ia mengibaratkan keberagaman seperti taman bunga dan tenun yang memiliki banyak warna. Perbedaan, menurutnya, justru menjadi sumber keindahan ketika masyarakat memilih untuk hidup berdampingan.
“Kita tidak menjadi indah karena kita sama. Kita menjadi indah karena kita berbeda, tetapi memilih untuk hidup bersama,” ujarnya.
Karena itu, Christian mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan menghormati perbedaan sebagai fondasi kehidupan sosial di Kota Kupang. Selain pelestarian budaya, Wali Kota menekankan pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia melalui pendidikan, kesehatan, penguatan karakter, kebudayaan, serta kehidupan sosial yang dilandasi kepedulian dan gotong royong.
“Kalau kita mau jalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tetapi kalau kita mau jalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” katanya.
Dorong Pembenahan Lapangan NBD
Dalam kesempatan tersebut, Christian juga menyoroti kondisi Lapangan Futsal NBD yang menjadi salah satu ruang publik masyarakat. Ia menyampaikan komitmen untuk mendorong pembenahan fasilitas tersebut pada 2027, termasuk kondisi lapangan, gawang, jaring, hingga penerangan.
“Kalau bisa awal tahun 2027, lapangan ini kita perbaiki dan kita buat lebih bagus. Ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Menurut Christian, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga. Fasilitas tersebut dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan generasi muda untuk berinteraksi, mengembangkan kreativitas, membangun karakter, serta memperkuat kebersamaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Event Budaya Kelurahan Nunbaun Delha, Yoel Boby, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga seni, budaya, dan tradisi masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya daerah. Ia berharap Event Budaya NBD tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang konsisten melestarikan budaya dan memperkuat persaudaraan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang Yanuar Dally, S.H., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M.D. Gheta, Camat Alak Amramsius Yolah, S.Sos., para lurah se-Kecamatan Alak, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga Nunbaun Delha. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....