FSS 2026 Hadirkan Pameran Arsip, Ajak Warga Menelusuri Jejak Sastra Kupang

  • 19 Agt 2026 12:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Festival Sastra Santarang (FSS) 2026 kembali hadir di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 28–29 Agustus 2026. Mengusung tema “Kota dan Kita”, festival yang digelar Komunitas Sastra Dusun Flobamora bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI ini tidak hanya menghadirkan diskusi sastra, tetapi juga pameran arsip perjalanan komunitas selama 15 tahun.

Ketua Panitia Pelaksana FSS 2026, Saddam HP, mengatakan tema “Kota dan Kita” dipilih untuk melihat bagaimana kota sebagai ruang kehidupan hadir, direkam, ditafsirkan, dan dimaknai melalui karya seni, khususnya sastra. Menurutnya, pameran arsip menjadi ruang untuk menelusuri perjalanan Komunitas Sastra Dusun Flobamora dalam memaknai Kota Kupang sebagai ruang tumbuh sekaligus merekam kerja kolektif para pegiat sastra di daerah ini.

“Guna mendapatkan multi-pemaknaan, FSS 2026 menghadirkan pameran arsip Komunitas Sastra Dusun Flobamora. Pameran ini tidak hanya menjadi sesi kegiatan tambahan, tetapi memperkuat tema festival,” ujar Saddam, Selasa, 18 Agustus 2026.

Beragam arsip akan ditampilkan, mulai dari foto, kliping koran, jurnal sastra hingga buku-buku yang diterbitkan Penerbit Dusun Flobamora. Koleksi tersebut menjadi rekam jejak perjalanan komunitas sejak awal berdiri, proses pertumbuhan dari tahun ke tahun, hingga berbagai kegiatan dan karya yang telah dihasilkan.

Selain pameran, FSS 2026 juga menghadirkan seminar sastra selama dua hari. Seminar akan berlangsung dalam empat sesi diskusi dengan menghadirkan 11 narasumber dari berbagai latar belakang, seperti seniman, peneliti, akademisi, guru dan pegiat komunitas.

Diskusi akan mengangkat tema “Kota dan Kita” dengan membahas sejarah serta perkembangan Kota Kupang dan kaitannya dengan karya seni. Para narasumber juga akan melihat bagaimana realitas Kota Kupang direpresentasikan, ditiru, atau bahkan dibelokkan melalui karya sastra dan seni sehingga melahirkan pemaknaan baru.

Saddam mengatakan FSS 2026 sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai kalangan melalui seni dan sastra, sekaligus menandai 15 tahun perjalanan Komunitas Sastra Dusun Flobamora di Kota Kupang. Festival Sastra Santarang sendiri pertama kali digelar pada 2015 sebagai bagian dari perayaan kerja kolektif komunitas yang secara berkelanjutan menerbitkan Majalah Sastra Santarang.

Nama “Santarang” merupakan akronim dari Sabana Lontar Karang. Memasuki tahun ke-15, FSS 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan sastra, tetapi juga ruang refleksi mengenai hubungan antara seni, komunitas, masyarakat dan kota sebagai ruang hidup.

Rangkaian kegiatan FSS 2026 akan berlangsung di Rumah Dusun Flobamora, Jalan Mutis Tuan, Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum dan turut mengundang komunitas lintas seni serta sekolah untuk terlibat.

Melalui pameran arsip tersebut, masyarakat tidak hanya diajak menikmati karya, tetapi juga “membaca kembali” perjalanan sastra dan kerja komunitas yang ikut merekam wajah Kota Kupang dari waktu ke waktu. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....