Demokrat Kupang Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Oelbiteno
- 29 Agt 2026 16:11 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Suasana Pasar Oelbiteno, Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, berbeda dari biasanya pada Jumat, 28 Agustus 2026. Para kader Partai Demokrat bersama pemerintah desa, pemuda dan masyarakat turun langsung membersihkan sampah sekaligus menanam pohon sebagai bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.
Kegiatan yang digagas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kupang itu dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT Partai Demokrat. Tak sekadar menjadi kegiatan seremonial, gerakan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong penghijauan yang memberikan manfaat jangka panjang.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang, Winston Rondo, mengatakan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri merupakan bentuk kepedulian Partai Demokrat terhadap lingkungan yang terinspirasi dari semangat Gerakan Jumat Bersih dan Gerakan Indonesia Asri. “Ini inspirasinya sebenarnya adalah gerakan Jumat Bersih, Gerakan Indonesia Asri. Demokrat kemudian mengadopsinya menjadi Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Jadi ini yang khas Demokrat,” ujar Winston.
Menurutnya, gerakan tersebut telah dilaksanakan oleh lebih dari 400 DPC dan DPD Partai Demokrat di berbagai daerah di Indonesia. Bentuk kegiatannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah, mulai dari membersihkan pasar, menanam pohon, membersihkan pantai dan kawasan mangrove hingga berbagai kegiatan pelestarian lingkungan lainnya.
Untuk Kabupaten Kupang, Oelbiteno dipilih sebagai lokasi kegiatan sebagai bentuk perhatian Partai Demokrat terhadap wilayah Fatuleu Tengah. “Bagi Demokrat Kabupaten Kupang, Gerakan Langit Biru Indonesia Asri ini kita pusatkan di Desa Oelbiteno,” katanya.
Kader Demokrat bersama pemerintah desa, pemuda dan masyarakat kemudian bergotong royong membersihkan kawasan Pasar Oelbiteno. Sampah yang berserakan dikumpulkan dan diangkut untuk dikelola, bukan dibakar.

Winston mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kebersihan tidak cukup hanya dengan memungut sampah. Cara mengelola sampah juga menjadi bagian penting dari gerakan tersebut.
“Kita bersih-bersih pasar. Teman-teman ingat, tidak boleh dibakar. Kita bawa plastik sampah dan sebagainya,” kata Winston.
Ia berharap ke depan Pasar Oelbiteno dilengkapi tempat atau bak sampah yang memadai sehingga masyarakat memiliki fasilitas untuk membuang sampah secara tertib. Setelah membersihkan kawasan pasar, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 10 anakan pohon nangka salak.
Pemilihan tanaman produktif tersebut bukan tanpa alasan. Winston mengatakan penghijauan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penambahan ruang hijau, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Tanaman produktif, tanaman jangka panjang yang produktif, itu yang justru kita sangat sarankan. Kali ini kita bawa nangka salak,” ujarnya.
Ia berharap pohon-pohon tersebut dapat tumbuh baik sesuai kondisi iklim setempat dan kelak menghasilkan manfaat bagi masyarakat Oelbiteno. Winston juga mengungkapkan bahwa Partai Demokrat memiliki pusat pembibitan di Amabi Oefeto Timur yang mengembangkan tanaman asam Timor.
Menurutnya, pengembangan tanaman produktif merupakan salah satu langkah yang dapat menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Gerakan tersebut turut melibatkan kaum muda Oelbiteno.
Winston memberikan apresiasi kepada para pemuda yang ikut turun langsung membersihkan kawasan pasar dan menanam pohon. “Kita mengajak teman-teman kader Demokrat, tetapi juga teman-teman pemuda. Terima kasih Bapak Niko dan teman-teman orang muda yang sudah bergabung bersama kami,” katanya.
Ia berharap keterlibatan pemuda menjadi modal penting agar gerakan menjaga lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, pohon yang sudah ditanam harus dirawat, sementara kebersihan pasar harus dijaga secara bersama-sama.

Kepala Desa Oelbiteno, Heskial Naben, menyambut baik pelaksanaan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di wilayahnya. Ia mengakui tidak seluruh masyarakat dapat hadir karena kegiatan tersebut bertepatan dengan berbagai aktivitas warga, mulai dari acara keluarga, pekerjaan di kebun hingga kegiatan pembangunan gereja.
“Memang masyarakat juga disibukkan dengan kegiatan-kegiatan masyarakat. Ada pesta, ada kerja gereja, sehingga masyarakat terpecah. Ada yang di kebun. Tetapi hari ini kita bertemu di sini dan kegiatan tetap kita jalankan,” ujar Heskial.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan persiapan pemerintah desa dan masyarakat dalam menyambut kegiatan tersebut. Bagi Heskial, Winston Rondo bukanlah sosok yang asing bagi masyarakat Oelbiteno.
Ia mengaku telah mengenal Winston jauh sebelum Winston menjadi anggota DPRD Provinsi NTT. Saat itu, Winston terlibat dalam kegiatan sosial bersama CIS Timor.
Heskial yang ketika itu merupakan kader Posyandu turut mengikuti kegiatan tersebut dan mendapatkan edukasi mengenai kesehatan serta kebersihan lingkungan. “Pak Rondo ini tidak asing lagi bagi Oelbiteno. Sebelum Pak Rondo ada di kursi (DPRD), beliau pernah datang dalam salah satu kegiatan CIS Timor. Waktu itu saya sebagai kader Posyandu ikut mendengar penyampaian beliau berkaitan dengan kesehatan, khususnya tentang kebersihan dan bagaimana lingkungan itu harus bersih,” ungkapnya.
Menurut Heskial, pesan yang disampaikan Winston kala itu masih relevan hingga sekarang. Karena itu, ia menyambut baik kegiatan yang mengajak masyarakat secara langsung membersihkan lingkungan dan menanam pohon.
“Bagaimana lingkungan-lingkungan itu bersih dan kita jaga lingkungan supaya tetap terjaga,” katanya.
Heskial kemudian secara resmi membuka Gerakan Indonesia Asri Langit Biru di Pasar Oelbiteno. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus merawat tanaman yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menutup kegiatan, Heskial mengajak seluruh peserta menjalankan gerakan tersebut dengan penuh sukacita sebagai bentuk bakti bersama terhadap lingkungan. Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Pasar Oelbiteno akhirnya tidak hanya meninggalkan kawasan pasar yang lebih bersih.
Sepuluh anakan nangka salak yang ditanam menjadi simbol harapan agar kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dan berbuah manfaat bagi masyarakat di masa mendatang. (rls/DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....