Gerakan Pangan Murah Bantu Kendalikan Inflasi Kota Kupang Secara Berkelanjutan
- 05 Agt 2026 21:48 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan di tengah tekanan inflasi. Kegiatan yang berlangsung pada 1–17 Agustus 2026 tersebut menyasar sejumlah titik pelayanan di Kota Kupang agar masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
"Saya melihat Gerakan Pangan Murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyelesaikan persoalan harga yang terjadi di pasar. Kondisi ini membutuhkan intervensi pemerintah sebagai regulator untuk menjaga stabilitas harga pangan sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya," kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana, Dr. Rolland E. Fanggidae, S.Si., MM di Pro1 RRI Kupang.
Menurut Rolland, langkah pemerintah melalui Bulog merupakan bentuk intervensi yang relevan mengingat inflasi Kota Kupang masih berada pada level yang memerlukan perhatian. Stabilitas harga pangan dinilai sangat penting karena komoditas pangan merupakan kebutuhan dasar yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
Berdasarkan selebaran yang disebarluaskan kepada masyarakat, Perum Bulog Kanwil NTT menjadwalkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai lokasi sepanjang Agustus 2026. Program tersebut menyediakan sejumlah komoditas pangan seperti beras SPHP, beras premium, gula pasir, minyak goreng, dan bahan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Sesuai jadwal yang diumumkan Bulog, setelah 5 Agustus 2026, Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan di Gereja Imanuel Batukadera pada 6–7 Agustus, kemudian berlanjut di CFD El Tari depan Bank Indonesia dan CFD El Tari samping Gereja Anugerah pada 8 Agustus.
Selanjutnya kegiatan digelar di Halaman Kantor Camat Kota Raja pada 11 Agustus, Halaman Kantor Lurah Nefonaek pada 12 Agustus, serta halaman Kantor Camat Alak pada 13 Agustus. Kegiatan dilanjutkan di halaman Kantor Camat Maulafa pada 14 Agustus 2026.
Kegiatan gembali digelar di dua titik CFD El Tari pada 15 Agustus, dan ditutup di Halaman Kantor Wali Kota Kupang pada 17 Agustus 2026. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, kecuali lokasi Gereja Imanuel Batukadera yang dimulai pukul 07.00 WITA.
"Program seperti ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjadi instrumen pemerintah dalam mengendalikan inflasi melalui stabilitas harga pangan," katanya. "Apabila dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah, dampaknya akan semakin besar terhadap kesejahteraan Masyarakat," ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana Dr. Rollan Fanggidae. (ST)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....