Tanggap Bencana Flores, Plan Indonesia Salurkan 250 Bantuan Paket bagi Masyarakat

  • 18 Agt 2026 10:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Merespon gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 lalu, Plan Indonesia melakukan kaji cepat terkait kebutuhan (Rapid Needs Assessment/RNA) bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, Plan Indonesia juga menyalurkan lebih dari 250 paket bantuan darurat ke lima titik pengungsian di sejumlah wilayah terdampak yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Sikka. Ratusan paket bantuan mencakup paket kebersihan keluarga, kebutuhan kebersihan menstruasi bagi remaja perempuan dan perempuan, perlengkapan hunian sementara, alat permainan edukatif, air minum kemasan, dan makanan ringan.

Bantuan awal ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas sekaligus memperhatikan kebutuhan khusus anak dan perempuan selama berada di lokasi pengungsian. Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti, mengatakan bahwa dalam situasi darurat, kebutuhan dasar seperti air minum, kebersihan, tempat untuk beristirahat, dan makanan sangat menjadi prioritas.

Namun, perlu dipastikan bersama bahwa anak-anak juga tetap memiliki ruang untuk bermain dan merasa aman. "Jadi walaupun bencana, kita pastikan kebutuhan anak-anak dan orang dewasa itu tetap aman," ujar Dini.

Dini menjelaskan bahwa, sebagai respon awal, Plan Indonesia mengerahkan 16 anggota sebagai tim tanggap darurat bencana untuk melakukan kaji cepat kebutuhan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Sikka. Ia mengungkapkan, kajian tersebut untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, dengan perhatian khusus kepada anak-anak, terutama anak dan remaja perempuan, perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

“Setiap wilayah terdampak memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, karena itu, tim kami turun langsung untuk memahami kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Hasil kaji cepat ini akan menjadi dasar bagi kami untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling relevan dan tepat sasaran,” ucapnya.

Menurut Dini, dampak terhadap anak-anak terutama anak perempuan perlu menjadi bagian penting dalam setiap pengambilan keputusan selama masa tanggap darurat. Sebab, bencana tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur.

Tetapi, anak-anak juga dapat kehilangan rasa aman, terputus dari sekolah, kehilangan rutinitas, dan mengalami tekanan psikologis. Bahkan, anak perempuan bisa menghadapi risiko tambahan, termasuk kesulitan mengakses sanitasi dan kebutuhan menstruasi, kehilangan ruang aman, hingga risiko kekerasan.

Karena itu, kebutuhan, suara, dan hak anak harus diperhatikan sejak awal respons hingga proses pemulihan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 16 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB, gempa yang berpusat di Laut Flores tersebut telah diikuti 341 kali gempa susulan.

BNPB mencatat 51 orang meninggal dunia dan 101 orang mengalami luka-luka. Lebih dari 5.900 orang masih berada di lokasi pengungsian, terutama di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.

Kerusakan juga dilaporkan pada sedikitnya 914 rumah rusak berat, 93 fasilitas pendidikan, dan 36 fasilitas Kesehatan. Plan Indonesia juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya pemulihan anak-anak dan keluarga terdampak melalui laman donasi: http://bit.ly/respongempa-ntt

Dukungan masyarakat akan membantu memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan spesifik anak-anak dan anak perempuan tetap menjadi bagian dari respons kemanusiaan.

Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017

Sekadar informasi bahwa Plan Indonesia bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Selain itu menggandeng kaum muda, untuk memastikan partisipasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan terkait hidup mereka.

Sebagai bagian dari Plan International Inc., Plan Indonesia memiliki program anak sponsor. Plan Indonesia telah membina 32 ribu anak perempuan dan laki-laki di NTT dengan lima komitmen untuk memenuhi hak dasar mereka, yaitu: hak atas akta kelahiran, vaksin dasar, air bersih, sanitasi, dan kebersihan, juga pendidikan.

Plan Indonesia bekerja pada 8 provinsi dengan program-program yang bertujuan untuk membangun generasi yang Sehat, Teredukasi, Berdaya, Aman dan Tangguh. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, agensi, dan gerakan sosial yang melibatkan dan menargetkan agar 3 juta anak perempuan mendapatkan kekuatan yang setara, kebebasan yang setara, dan representasi yang setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....