Solidaritas Kemanusiaan Jadi Kunci Pemulihan Korban Gempa Flores

  • 17 Sep 2026 12:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Solidaritas, kepedulian kemanusiaan, dan kolaborasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Flores. Berbagai bantuan tidak hanya diarahkan pada kebutuhan material, tetapi juga mencakup pendampingan psikologis, spiritual, pemulihan ekonomi, hingga pembangunan kembali rumah warga yang mengalami kerusakan.

Hal tersebut disampaikan Rm. Marselinus Seludin, Pr., Ketua Komisi PSE-Caritas Keuskupan Agung Kupang, dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang. Ia menjelaskan, Keuskupan Agung Kupang memiliki standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana yang menjadi acuan ketika terjadi bencana. Melalui jaringan Caritas, respons terhadap bencana dilakukan secara bersama dengan keuskupan-keuskupan di wilayah terdampak.

Menurutnya, prinsip yang dikedepankan adalah one church, one response atau satu gereja, satu tanggapan. Karena itu, bantuan dari Keuskupan Agung Kupang tidak disalurkan secara terpisah, tetapi dikoordinasikan dengan posko keuskupan dan jaringan Caritas di wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang datang dari berbagai daerah dapat dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebagai bentuk respons, Keuskupan Agung Kupang juga menggalang dukungan umat melalui kolekte pada Minggu, 30 Agustus, yang diperuntukkan bagi korban bencana di Flores. Selain bantuan sembako dan logistik, dukungan tersebut nantinya diarahkan untuk kebutuhan pemulihan pascagempa, termasuk perbaikan rumah serta pemulihan ekonomi masyarakat. Rm. Marselinus mengatakan, penentuan bantuan harus berdasarkan kajian agar sesuai dengan kondisi dan mata pencaharian masyarakat di masing-masing wilayah.

Ia menambahkan, tantangan utama dalam proses pemulihan adalah ketersediaan data yang akurat dan kebutuhan tenaga teknis. Data penerima bantuan dapat berubah sesuai hasil kajian di lapangan, sementara rehabilitasi rumah membutuhkan tenaga teknis agar pembangunan dilakukan sesuai kondisi wilayah dan tingkat kerusakan. Untuk pemulihan ekonomi, kajian juga diperlukan karena mata pencaharian masyarakat berbeda-beda, mulai dari pertanian, hortikultura, peternakan, perikanan hingga kerajinan.

Selain respons darurat, Rm. Marselinus menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan bencana dalam jangka panjang. Melalui program paroki tangguh, Caritas mendorong edukasi dan mitigasi bencana di lingkungan umat, sekolah, dan komunitas. Pemetaan risiko juga dilakukan berdasarkan karakteristik setiap wilayah sehingga langkah mitigasi dapat disesuaikan dengan jenis bencana yang berpotensi terjadi.

Di tengah situasi tersebut, Rm. Marselinus mengajak masyarakat untuk terus saling mendoakan dan membangun solidaritas. Menurutnya, bencana merupakan bagian dari kehidupan yang harus dihadapi dengan upaya untuk bangkit dan memulihkan kembali kehidupan, termasuk pendidikan anak, ekonomi keluarga, dan masa depan masyarakat. Ia juga menyampaikan dukacita bagi korban yang meninggal serta berharap keluarga dan masyarakat terdampak diberikan kekuatan untuk melewati masa pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....