Kemenag NTT Perkuat Solidaritas Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores
- 17 Sep 2026 12:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Upaya penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak. Bantuan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga mencakup pendampingan mental, penguatan spiritual, serta pemulihan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang. BMKG sendiri mencatat gempa Flores terjadi pada 15 Agustus 2026 dan aktivitas susulannya kemudian memasuki fase peluruhan.
Dalam situasi tersebut, solidaritas lintas agama dinilai menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat hingga pemulihan. Berbagai unsur Kementerian Agama di daerah terdampak dilibatkan untuk memastikan bantuan dan pendampingan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan H. Ishak Sulaiman, S.Ag., Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang. Ishak menjelaskan, Kemenag sejak awal kejadian telah mendorong jajarannya dari tingkat pusat hingga daerah untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa.
Menurut Ishak, bentuk solidaritas tersebut diwujudkan melalui bantuan material, mulai dari sembako, bantuan uang hingga pakaian layak pakai. Bantuan telah digerakkan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada hingga Sikka. Kemenag juga membangun posko dan berkoordinasi dengan berbagai pihak di lapangan agar distribusi bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih. Kemenag secara nasional juga telah menyalurkan bantuan untuk korban gempa Flores.
Ishak menegaskan bahwa validitas data menjadi salah satu kunci dalam pendistribusian bantuan. Jajaran Kemenag di kabupaten dan wilayah terdampak diminta menggali data secara langsung mengenai kondisi masyarakat, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Selain masyarakat umum, Kemenag juga memberikan perhatian kepada ASN yang terdampak bencana.
Tidak hanya bantuan fisik, Kemenag NTT turut mengerahkan penyuluh agama dari berbagai agama untuk memberikan penguatan mental dan spiritual kepada masyarakat. Pendampingan tersebut dinilai penting karena masyarakat masih menghadapi dampak psikologis akibat bencana dan gempa susulan. Para penyuluh juga hadir di tengah masyarakat dan pengungsian untuk membangun kembali semangat warga serta mendorong mereka agar tidak larut dalam kesedihan.
Lebih jauh, Ishak menilai bencana Flores menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas masyarakat NTT tanpa sekat agama maupun latar belakang. Ia mendorong agar semangat kemanusiaan terus dijaga, baik dalam situasi bencana maupun kehidupan sehari-hari. “Persaudaraan, kemanusiaan, soliditas itu menjadi harga mati bagi kita,” tegas Ishak, seraya mengajak masyarakat terdampak untuk tetap kuat, berdoa, berikhtiar dan bersama-sama bangkit menuju pemulihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....