Kekurangan Fasilitas Masih Jadi Tantangan Sekolah Seminari St. Dominikus

  • 09 Agt 2026 20:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Sekolah Seminari Santo Dominikus terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menaruh perhatian besar pada kualitas pembelajaran, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris sejak usia dini. Namun, di tengah tingginya minat masyarakat, sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama tersebut masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Saat ini, Taman Seminari Santo Dominikus memiliki 112 peserta didik yang terdiri dari 80 anak TK dan 32 siswa SD. Tingginya minat masyarakat bahkan membuat pihak sekolah belum dapat menerima seluruh calon peserta didik karena keterbatasan ruang kelas.

Ketua Komite Taman Seminari Santo Dominikus, Albertus Lake, kepada RRI usai pengukuhan Komite sekokah mengatakan sekolah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang karena menawarkan pendidikan berbasis bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan bahasa Inggris tidak hanya diterapkan di dalam kelas, tetapi menjadi bagian dari keseharian peserta didik selama berada di lingkungan sekolah.

Hal serupa disampaikan Ketua Komite SDK Santo Dominikus, Fransiskus Hypoternus Moan Tome. Ia mengaku senang dapat terlibat dalam mendukung perkembangan pendidikan anak-anak di sekolah tersebut.

Di balik perkembangan tersebut, Taman Seminari Santo Dominicus masih membutuhkan dukungan untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan. Albertus Lake mengatakan sekolah yang masih relatif baru tersebut membutuhkan sejumlah fasilitas penting, antara lain taman bermain, dapur transit untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kanopi di bagian depan sekolah.

“Salah satunya sekarang saya dengan suster sedang merencanakan pembangunan, khususnya untuk pembuatan taman bermain anak-anak,” katanya.

Untuk program MBG, sekolah juga masih menghadapi keterbatasan tempat. Selama ini, ruangan kantor terpaksa digunakan sebagai dapur transit atau tempat penampungan sementara makanan sebelum dibagikan kepada peserta didik.

Karena itu, pihak komite bersama sekolah tengah berupaya menggalang dukungan dari para donatur dan pihak eksternal untuk membangun dapur transit MBG. “Kita lagi menggalang dana dari donatur, dari pihak luar, untuk membantu pembangunan dapur transit, taman bermain, dan kanopi di bagian depan sekolah agar bisa digunakan secara fungsional,” ujar Albertus.

Keterbatasan fasilitas juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sekolah belum mampu menampung seluruh calon peserta didik yang berminat masuk. Menurut Albertus, minat masyarakat terhadap sekolah tersebut sangat tinggi.

Bahkan, pada tahun ini pihak sekolah terpaksa membatasi penerimaan siswa karena keterbatasan ruang kelas. Ia berharap pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun kementerian terkait, dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan fasilitas sekolah.

“Memang sekolah ini masih baru dibangun dan sementara berkembang. Karena itu masih banyak kekurangan yang harus dibenahi dan dibantu oleh pihak luar,” katanya.

Di tengah berbagai keunggulan dan keterbatasan yang ada, pihak komite berharap Taman Seminari Santo Dominicus dapat terus berkembang dan menghasilkan generasi yang berkualitas. Fransiskus berharap anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tangguh serta mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Albertus berharap peserta didik terus mempertahankan semangat belajar dan menjadi generasi yang dapat membawa perubahan positif bagi bangsa. Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru yang dinilai telah bekerja keras dalam mendampingi anak-anak dengan berbagai karakter.

Dengan keunggulan pendidikan berbasis bahasa Inggris dan tingginya minat masyarakat, Taman Seminari Santo Dominikus dinilai memiliki modal besar untuk berkembang menjadi sekolah unggulan. Namun, penguatan sarana dan prasarana tetap menjadi pekerjaan rumah agar kualitas pendidikan yang ditawarkan dapat berjalan seiring dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.

Dukungan pemerintah, orang tua, yayasan, serta para donatur diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan tersebut, sehingga semakin banyak anak dapat memperoleh akses pendidikan berkualitas di Taman Seminari Santo Dominikus. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....