Paskibraka NTT 2026 Sukses Jalankan Tugas Pengibaran Bendera

  • 21 Agt 2026 11:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026 berhasil menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses seleksi, latihan, pembinaan, serta kedisiplinan yang dijalani para anggota Paskibraka.

Salah satu anggota yang mendapat kepercayaan dalam pelaksanaan pengibaran bendera adalah Agnetta Michjica Bunda Kaligis, siswi SMA Negeri 1 Atambua, yang bertugas sebagai pembawa baki dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang (Kamis, 20/08/2026) mengaku sempat terkejut ketika dipercaya menjalankan tugas tersebut karena merasa masih banyak peserta lain yang memiliki kemampuan lebih baik. Namun, kepercayaan itu justru menjadi motivasi baginya untuk terus berlatih.

“Waktu pertama kali dipilih menjadi pembawa baki itu saya kayak, ‘Wah, kok bisa pilih saya?’ Saya kaget. Saya merasa teman-teman saya masih banyak yang lebih bagus. Tapi saya sudah dipercaya untuk menjadi pembawa baki, jadi saya terus berlatih,” ujar Agnetta.

Dalam menjalankan tugas pada momen yang menjadi perhatian seluruh masyarakat, Agnetta mengaku tetap merasakan gugup. Meski demikian, ia berusaha mengendalikan rasa tersebut dengan membangun keberanian dan memberikan penampilan terbaik. Menurutnya, kepercayaan membawa baki juga merupakan bentuk tanggung jawab kepada pelatih yang telah bekerja keras membina seluruh anggota Paskibraka.

“Saya terus tekan diri saya supaya saya jauh lebih berani. Saya berusaha yang terbaik untuk pengibaran Sang Saka Merah Putih dan untuk kakak pelatih yang sudah kerja keras melatih kami,” katanya.

Agnetta menilai latihan sebagai pembawa baki tidak mudah karena tanggung jawab yang diemban cukup besar. Ia bersama peserta lain harus terus berlatih agar mampu menjalankan tugas dengan baik. Meski latihan terasa berat, Agnetta berusaha menjalaninya dengan tetap menikmati setiap proses.

“Latihannya memang susah karena tanggung jawab penuh itu ada di kita. Kita yang utama. Jadi untuk pelatihannya memang susah, tapi dibawa enjoy,” ungkapnya.

Keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Agnetta mengungkapkan, persiapannya telah dilakukan sejak Desember 2025 melalui latihan di sekolah, termasuk latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), sementara persiapan pengetahuan dilakukan secara mandiri. Setelah mengikuti seleksi berjenjang dari sekolah hingga kabupaten dan provinsi, ia kemudian menjalani pemusatan latihan di Kupang selama sekitar 22 hari.

Selama menjalani proses tersebut, Agnetta menyebut disiplin dan karakter menjadi hal yang sangat diperhatikan. Ia juga menghadapi tantangan untuk melawan rasa malas, mengikuti jadwal latihan fisik sejak pagi, menjaga waktu istirahat, serta membangun kekompakan dengan peserta dari berbagai daerah di NTT.

Setelah seluruh rangkaian tugas selesai, Agnetta mengaku perasaannya campur aduk antara sedih, bahagia, dan bangga. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda NTT yang ingin mengikuti jejak Paskibraka. “Gagal sekali bukan berarti gagal selamanya. Teruslah mencoba,” pesan Agnetta. Keberhasilan Paskibraka NTT 2026 menjalankan tugas, menurutnya, menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, kesiapan fisik dan mental mampu membawa hasil terbaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....