Pandangan BRIN Tentang Kondisi Pengelolaan Sampah di Kota Kupang
- 21 Agt 2026 16:13 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mencatat, kondisi pengelolaan sampah di Kota Kupang pada 2024, timbulan sampah kurang lebih 242,45 ton/hari. Sampah sektor perdagangan atau horeka kurang lebih 26,76 ton/hari.
Menurut Pejabat Perwakilan Pusat Riset Teknologi Konversi Energi, Prima Zuldian menjelaskan, komposisi dominan sampah di Kota Kupang diperkirakan, sisa makanan 28,5 persen, plastik 20,5 persen, kertas atau karton 14,0 persen, lain-lainnya berupa kain, kaca, logam, karet. Terkait fasilitas Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Alak menurut Prima Zuldian, perlu penataan operasi, pengurangan sampah dari sumber, penguatan pengolahan lindi dan pengendalian gas.
Bank Sampah Mutiara Timor dan BSU di Maulafa dan Jejaring Kelurahan berupa bank sampah induk/ bank sampah unit, pemilahan dan daur ulang terdapat kurang lebih 40 ton sampah terpilah per bulan BSU di 15 Kelurahan, menjadi tulang punggung pengurangan sampah berbasis masyarakat, perlu penguatan sarana, insentif, dan jejaring pada Kelurahan-Kelurahan di Kota Kupang.

“Kondisi di Kupang juga sudah mulai over capacity yang ada di TPA Alak penataanya belum optimal, dan ini memang menjadi PR bagi kementerian lingkungan hidup dan bapak, ibu dari Kecamatan, Kelurahan untuk bekerjasama bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah 242 ton sampah per hari yang ada di Kupang. Nah kami dari Brin merekomendasikan bapak dan ibu, dengan kondisi riil yang ada baik secara nasional dan lokal di Kupang yang pertama kami merekomendasikan sampah organic, sampah basah, itu sebenarnya selesai di rumah tangga bapak, ibu semuanya yang bisa dijadikan sebagai kompos dan lain-laing,” kata Prima Zuldian.
Pejabat Perwakilan Pusat Riset Teknologi Konversi Energi, Prima Zuldian membeberkan tantangan utama penanganan sampah di Kota Kupang yakni, TPA Alak sudah kehabisan kapasitas dan tekanan operasional makin tinggi. Pemilahan sampah dari sumber masih rendah, terutama rumah tangga dan usaha serta sampah organic dan plastik masih dominan masuk ke TPA Alak.
Ia pun mengarahkan sistem penanganannya meliputi, pemilahan sampah dari rumah tangga, sekolah, toko, pasar, dan sektor horeka. Perlu penguatan Bank Sampah, Komposting, dan TPS3R, daur ulang, penataan TPA Alak menuju sanitary landfill yang lebih aman, dan menerapkan digitalisasi layanan angkut dan kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat. (at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....