Makna Kemerdekaan Perempuan Masa Kini dari Kacamata Psikologi

  • 09 Agt 2026 19:53 WIB
  •  Kupang

RI.CO.ID, Kupang - Momen peringatan hari kemerdekaan setiap bulan Agustus selalu menjadi refleksi bersama, tak terkecuali bagi para perempuan modern. Di era ketika peluang karier dan pendidikan terbuka lebar, muncul pertanyaan mendasar: apa arti "merdeka" yang sesungguhnya bagi perempuan saat ini?

Dalam siaran Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang pada Kamis, 6 Agustus 2026, Psikolog dan HRD, Maria Regina D. Fallo, S.Psi. menegaskan bahwa dari sudut pandang psikologi, kemerdekaan perempuan tidak bisa lagi diukur hanya dari aspek fisik atau kebebasan finansial semata.

"Kemerdekaan bagi perempuan berkaitan erat dengan otonomi mental dan otonomi emosional. Artinya, perempuan memiliki kendali penuh untuk menentukan alur hidupnya tanpa dibayangi ekspektasi sosial, rasa bersalah, maupun tuntutan validasi eksternal," kata Regina.

Menurut Regina, maraknya dinamika di media sosial kerap memicu tekanan psikologis bagi perempuan modern. Agar dapat dikatakan benar-benar merdeka secara mental, perempuan perlu memiliki empat fondasi utama:

  1. Otonomi Diri (Life Agency)

    Memiliki kendali penuh atas keputusan pribadi, mulai dari pilihan pendidikan, karier, hingga keputusan mengenai tubuh dan pernikahan—termasuk pilihan untuk memiliki anak maupun memilih childfree secara sadar.

  2. Bebas dari Guilt Living (Rasa Bersalah)

    Mampu menetapkan batas diri yang sehat (healthy boundaries) dan berani berkata "tidak" pada tuntutan luar yang membebani tanpa merasa diselimuti rasa takut atau bersalah.

  3. Lepas dari Imposter Syndrome

    Menghentikan kebiasaan mengukur nilai diri (self-worth) berdasarkan persetujuan orang lain, serta mampu menerima kelebihan dan kekurangan diri (self-acceptance) secara utuh.

  4. Aktualisasi Diri (Self-Actualization)

    Berada pada tingkat kebutuhan tertinggi untuk mengeksplorasi potensi diri dan mengejar cita-cita tanpa rasa takut akan penghakiman dari lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Regina menyampaikan bahwa menjadi perempuan modern yang bebas bukan berarti hidup tanpa batas. Kebebasan yang hakiki selalu berdampingan dengan rasa tanggung jawab.

"Perempuan yang merdeka adalah mereka yang berani menentukan pilihan hidupnya sendiri (freedom of choice) dan siap bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari pilihan tersebut," ucapnya. Ia menuturkan, baik perempuan yang memilih mendedikasikan diri sepenuhnya sebagai ibu rumah tangga maupun yang memilih berjuang di jalur karier, keduanya menduduki derajat kemerdekaan yang sama selama keputusan tersebut lahir dari keinginan murni diri sendiri, bukan karena tekanan lingkungan. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....