Harapan Kemerdekaan Berkibar dari Lapak Sederhana
- 04 Agt 2026 12:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, semangat merah putih mulai menghiasi berbagai sudut Kota Kupang. Di balik semarak itu, ada kisah para penjual bendera yang menggantungkan harapan ekonomi pada momen perayaan kemerdekaan.
Salah satunya adalah Anita Oematan, warga Batuplat, yang telah berjualan bendera dan berbagai pernak-pernik kemerdekaan sejak tahun 2016. Di lapak sederhananya di bantaran Jl. Eltari, Anita menawarkan aneka bendera, umbul-umbul, hingga dekorasi bernuansa merah putih.

Menariknya, sebagian dagangannya dibuat sendiri dengan keterampilan tangan. "Saya gunting sendiri pita-pitanya, lalu dimasukkan ke plastik supaya lebih awet," ujarnya.
Bagi Anita, kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi simbol kehidupan yang terus diperjuangkan. Ia berharap Indonesia terus berkembang dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat.
"Kita bersyukur kepada Tuhan karena Indonesia sudah merdeka. Harapannya negara ini terus berkembang dan masyarakat bisa hidup lebih baik," katanya.
Saat ditanya mengenai kepemimpinan nasional, Anita berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar dapat menikmati kemerdekaan dengan kehidupan yang lebih sejahtera. Momentum Agustus menjadi masa paling dinantikan Anita.
Penjualan biasanya mulai meningkat sejak awal bulan, setelah ia memasang dagangannya sejak akhir Juli. Dalam sehari, pendapatannya bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp500 ribu.
Pada musim penjualan yang ramai, penghasilannya bahkan bisa menembus lebih dari Rp1 juta dalam sehari. "Hari-hari ramai biasanya setelah tanggal satu. Orang mulai datang cari bendera dan perlengkapan kemerdekaan," tuturnya.
Hasil penjualan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari biaya makan hingga uang transportasi anak-anak ke sekolah. Meski demikian, Anita mengaku tetap menghadapi tantangan.
Salah satunya adalah kendaraan yang rusak sehingga ia harus menggunakan jasa ojek untuk mengangkut barang dagangannya ke lokasi berjualan. "Sekarang motor saya rusak, jadi saya pakai ojek. Itu tantangan yang saya hadapi," katanya.
Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan semangatnya. Baginya, berjualan bendera bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus ikut menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Dengan senyum yang selalu mengembang saat melayani pembeli, Anita berharap semangat kemerdekaan tidak hanya berkibar di tiang-tiang bendera, tetapi juga hadir dalam kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....