Bank Mandiri Gerakkan 4.850 Pahlawan Kemanusiaan

  • 02 Jun 2026 21:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Di tengah tingginya kebutuhan darah di berbagai daerah, Bank Mandiri memilih merayakan perjalanan menuju usia ke-28 dengan cara yang berbeda. Bukan pesta, bukan seremoni semata, melainkan menggerakkan ribuan orang untuk berbagi harapan melalui aksi donor darah serentak di seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya”, Bank Mandiri menargetkan partisipasi 4.850 pendonor yang tersebar di 12 regional pada Selasa (2/6/2026). Gerakan ini menjadi salah satu aksi sosial terbesar yang digelar perusahaan menjelang HUT ke-28 pada Oktober mendatang.

Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, sebanyak 550 kantong darah menjadi target yang ingin dicapai. Tak hanya melibatkan pegawai, kegiatan ini juga membuka ruang bagi masyarakat umum untuk ikut menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Regional CEO Bank Mandiri Region XI Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Jonathan Patty, menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar agenda rutin perusahaan, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

"Setiap kantong darah yang terkumpul bukan hanya angka, tetapi harapan bagi mereka yang sedang berjuang di ruang-ruang perawatan rumah sakit," ujarnya.

Bekerja sama dengan PMI Provinsi NTT dan berbagai fasilitas kesehatan, Bank Mandiri berharap aksi ini dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah sekaligus membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Di balik satu kantong darah yang didonorkan, ada kesempatan hidup bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Karena itu, Bank Mandiri meyakini bahwa aksi sederhana tersebut dapat menghadirkan dampak yang jauh lebih besar daripada yang terlihat.

Komitmen itu tidak berhenti pada satu kegiatan. Menuju HUT ke-28 pada 2 Oktober 2026, program Mandiri Donor Darah akan terus dilaksanakan secara berkala setiap tanggal 2 sebagai bagian dari agenda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Bagi Bank Mandiri, keberhasilan bukan hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui gerakan ini, ribuan pendonor yang terlibat bukan sekadar peserta kegiatan, melainkan pahlawan kemanusiaan yang memilih berbagi kehidupan kepada sesama. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....