Mutiara Pagi Katolik: Lahir Baru dalam Iman
- 29 Apr 2026 16:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao - Kelahiran baru dalam iman tidak dimaknai sebagai perubahan lahiriah semata. Hal ini disampaikan dalam Renungan Mutiara Pagi Katolik Pro 1 RRI Rote, Senin, 13 April 2026, berdasarkan Yohanes 3:1-21.
Renungan dibawakan oleh Damianus Obenu, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Rote Ndao, yang mengulas percakapan antara Yesus dan Nikodemus. Dalam kisah tersebut, Yesus menekankan pentingnya dilahirkan kembali dalam Roh.
Ia menjelaskan, kelahiran baru merupakan transformasi batin yang mendalam. Perubahan ini mencakup pembaruan hati dan pola pikir yang dipimpin oleh Tuhan.
“Kelahiran baru bukan sekadar perubahan luar, tetapi perubahan dari dalam,” ujarnya. Ia menambahkan, proses ini menjadi dasar pertumbuhan iman yang sejati.
Ia juga menjelaskan peran Roh Kudus dalam kehidupan manusia. Roh Kudus diibaratkan seperti angin yang tidak terlihat, tetapi nyata dampaknya.
Menurutnya, karya Roh Kudus sering tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh manusia. Namun, kehadirannya dapat dirasakan melalui perubahan hidup yang terjadi.
| Baca juga: Mutiara Pagi Islam: Keimanan saat Berkurban |
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerendahan hati dalam proses iman. Sikap ini dicontohkan oleh Nikodemus yang datang untuk belajar dengan terbuka.
“Kita perlu mengakui bahwa kita tidak tahu segalanya,” katanya. Ia mengingatkan bahwa kerendahan hati membuka ruang untuk pertumbuhan rohani.
Dalam renungan tersebut, ia juga memberikan langkah praktis dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak memulai hari dengan doa kepada Roh Kudus.
Selain itu, umat didorong untuk belajar mendengar suara Tuhan dan berani berubah. Perubahan tersebut termasuk meninggalkan kebiasaan lama yang tidak sejalan dengan iman.
Ia juga menekankan pentingnya menyediakan waktu dalam keheningan. Hal ini membantu seseorang lebih peka terhadap karya Tuhan.
Damianus juga menegaskan bahwa iman bukan sekadar formalitas. Iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan kasih Kristus.
Menurutnya, kesaksian iman dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Hal ini mencakup kehidupan di rumah maupun di tempat kerja. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....