Mutiara Pagi: Silaturahmi Itu Indah

  • 18 Jun 2026 22:48 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,kupang - Silaturahmi merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang tidak hanya mempererat hubungan antarmanusia, tetapi juga menghadirkan keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan dalam kehidupan. Di tengah kesibukan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, sahabat, dan masyarakat tetap menjadi kebutuhan mendasar karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustadzah Siti Hamalna, S.H.I, dalam Program Mutiara Pagi RRI Kupang tentang Silaturahmi Itu Indah. Menurutnya, Islam mengajarkan umat untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Ketika hubungan dengan sesama terjalin dengan baik, maka hubungan dengan Allah SWT juga akan semakin baik. Silaturahmi, katanya, tidak hanya diwujudkan dengan berkunjung ke rumah saudara, tetapi juga melalui saling menyapa, mendoakan, memaafkan, dan membantu dalam kebaikan.

Ustadzah Siti menjelaskan bahwa kemajuan teknologi saat ini memudahkan masyarakat untuk tetap menjalin silaturahmi meski terpisah jarak. Melalui telepon, pesan singkat, maupun panggilan video, hubungan dengan keluarga dan kerabat tetap dapat terjaga.

Selanjutnya, ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa siapa saja yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaknya menyambung tali silaturahmi. Hadis tersebut menunjukkan bahwa silaturahmi membawa banyak keberkahan dalam kehidupan. Rezeki, lanjutnya, tidak hanya datang dari hasil kerja keras, tetapi juga melalui hubungan baik dengan keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar yang dapat membuka berbagai peluang kebaikan.

Selain membawa keberkahan rezeki, silaturahmi juga mampu menghadirkan ketenangan hati. Ustadzah Siti mengingatkan pentingnya mengawali hari dengan zikir agar hati menjadi tenang sebelum berinteraksi dengan sesama. Dengan hati yang tenang, hubungan dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat akan lebih harmonis.

Lebih lanjut, ia menyoroti banyaknya konflik keluarga yang terjadi akibat persoalan harta warisan. Menurutnya, kesalahpahaman terkait pembagian warisan sering kali membuat hubungan persaudaraan menjadi renggang. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan komunikasi yang baik, saling memaafkan, dan tidak membiarkan ego maupun gengsi memutuskan tali persaudaraan. Ia juga mendorong para orang tua untuk membicarakan persoalan harta secara terbuka kepada anak-anak agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

Ustadzah Siti menegaskan bahwa memutuskan silaturahmi merupakan perbuatan yang dibenci Allah SWT. Sebaliknya, menjaga hubungan baik dengan sesama akan menghadirkan kebahagiaan, ketenangan, dan keharmonisan dalam hidup. Ia mengajak masyarakat untuk memaafkan, menghilangkan sakit hati, dan mempererat kembali hubungan yang sempat renggang. “Jangan biarkan ego dan kesombongan menghalangi silaturahmi. Kata maaf yang sederhana mampu menghadirkan ketenangan hati dan mempererat persaudaraan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....