Mutiara Pagi: Tetap Tenang di tengah Badai

  • 17 Jun 2026 17:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang: Ketenangan hati di tengah berbagai badai kehidupan menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya tekanan hidup modern yang ditandai oleh masalah ekonomi, pekerjaan, kesehatan, hingga ketidakpastian masa depan. Kondisi ini kerap membuat banyak orang dilanda kecemasan dan kegelisahan yang berkepanjangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Apriliatus Laiskodat, S.Th., Penyuluh Agama Kristen pada Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi NTT, dalam program Mutiara Pagi RRI Kupang (Selasa, 16/6/2026), dengan mengangkat tema “Tetap Tenang di Tengah Badai” berdasarkan Kitab Yesaya 26:3.

Apriliatus menjelaskan bahwa firman Tuhan dalam Yesaya 26:3 memberikan dasar kuat bagi orang percaya untuk tetap tenang, yaitu janji damai sejahtera bagi mereka yang memiliki hati teguh dan percaya kepada Tuhan. Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan sejati tidak bergantung pada keadaan luar, melainkan pada hubungan yang erat dengan Tuhan yang memegang kendali atas kehidupan manusia.

Ia menekankan bahwa “hati yang teguh” bukanlah perasaan yang selalu stabil, melainkan sebuah keputusan iman untuk tetap berpegang kepada Tuhan di tengah situasi apa pun. Keteguhan hati berarti memilih bersandar kepada Tuhan, bukan kepada pengertian sendiri atau kekuatan manusia. Dalam praktiknya, orang percaya diajak untuk tidak mudah dikuasai oleh ketakutan, tetapi terus menaruh harapan kepada penyertaan Tuhan.

Lebih lanjut, Apriliatus menyampaikan bahwa damai sejahtera yang dimaksud dalam Yesaya 26:3 merupakan penjagaan ilahi yang sempurna, bukan sekadar kondisi tanpa masalah. Damai itu digambarkan sebagai “shalom shalom”, yakni damai yang utuh dan melindungi hati serta pikiran. Ia menegaskan bahwa Tuhan tidak selalu menghilangkan badai, tetapi menyertai umat-Nya di tengah badai kehidupan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kepercayaan penuh kepada Tuhan sebagai fondasi ketenangan yang tidak tergoyahkan. Kepercayaan ini berarti menyerahkan seluruh kehidupan kepada Tuhan tanpa bergantung pada kemampuan diri sendiri. Menurutnya, pengalaman akan kesetiaan Tuhan di masa lalu menjadi penguat iman untuk menghadapi tantangan di masa kini dan yang akan datang.

Dalam kehidupan sehari-hari, umat diajak untuk terus melatih iman agar tidak mudah goyah saat menghadapi tekanan hidup. Dengan mengingat janji Tuhan dan memegang teguh firman-Nya, seseorang dapat tetap berdiri kuat meski keadaan tidak menentu. Ketenangan akan hadir ketika fokus hidup diarahkan kepada Tuhan, bukan pada besarnya masalah.

Apriliatus Laiskodat menutup pesan renungannya dengan menegaskan bahwa ketenangan sejati adalah anugerah Tuhan bagi setiap orang yang percaya dan berserah penuh kepada-Nya. Janji dalam Kitab Yesaya 26:3 menjadi pengingat bahwa hati yang teguh dan percaya kepada Tuhan akan selalu dipelihara dalam damai sejahtera yang sempurna, apa pun badai kehidupan yang sedang dihadapi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....