Pemprov NTT Gelar Rapat Bersama Lima Tim Percepatan Pembangunan
- 17 Apr 2026 09:29 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan memimpin rapat bersama Tim Percepatan Pembangunan berjumlah lima tim. Tim percepatan pembangunan NTT ini terdiri dari Tim Akselerasi Dasacita dan Program Pusat di Daerah, Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting, Tim Percepatan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, dan Tim Komunikasi dan Dokumentasi Pembangunan dalam rangka penulisan buku percepatan pembangunan di ruang rapat Gubernur, Rabu 15 April 2026.
Dalam arahannya, Gubernur NTT menegaskan bahwa, penulisan buku ini harus bersifat direktif, memberikan gambaran pikiran percepatan pembangunan NTT, berisi kebijakan-kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur yang mempunyai dampak bagi masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa, penulisan buku ini harus bersifat direktif bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga menjadi sarana refleksi, evaluasi, serta inspirasi bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur ke depan.
“Pastikan semua unsur pemerintah dan ASN bisa bergerak dalam persoalan komunikasi. Gerakkan potensi ASN untuk terlibat aktif dalam komunikasi dan bagaimana semua orang NTT di NTT dan diaspora jadi bagian dari komunikasi dan pembangunan hal positif di negeri ini (menjaga ruang publik tetap sehat di tengah situasi tidak kondusif),” ucap Gubernur Melki.
Catatan RRI, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi membentuk lima tim kerja percepatan pembangunan sebagai strategi memperkuat efektivitas program prioritas daerah dan nasional. Kebijakan ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan yang digelar di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Jumat 27 Februari 2026.
Rapat dipimpin langsung Gubernur NTT Melki Laka Lena dan dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat pengawas, serta aparatur sipil negara (ASN) terpilih. Dalam arahannya, gubernur menegaskan bahwa pembentukan tim lintas sektor ini bertujuan mempercepat sinkronisasi program, memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), serta memastikan seluruh kebijakan berjalan terukur dan tepat sasaran.
Setiap tim beranggotakan 50 orang dengan komposisi 60 persen pejabat struktural dan 40 persen staf. Tim bekerja secara kolaboratif berdasarkan kompetensi dan kapasitas individu, tanpa mengubah tugas pokok dan fungsi OPD masing-masing.

Evaluasi kinerja akan dilakukan setiap bulan selama satu tahun guna memastikan target yang ditetapkan tercapai secara konkret. Lima tim strategis tersebut meliputi Tim Akselerasi Program Unggulan Daerah dan Nasional yang bertugas mengevaluasi pelaksanaan Dasacita serta program pusat di daerah, Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu yang difokuskan pada validasi data hingga tingkat desa, Tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup kebocoran pajak dan menggali sumber pendapatan baru, Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan guna mendorong hilirisasi produk lokal serta akses pembiayaan produktif, dan Tim Komunikasi Pemerintahan yang bertanggung jawab membangun narasi positif serta menjaga ruang publik dari informasi yang menyesatkan.
Gubernur membagi fokus percepatan ke dalam lima tim strategis dengan koordinator masing-masing:
1. Tim Akselerasi Dasacita dan Program Pusat di Daerah. Tim ini Dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTT, Alfons Theodorus.
Tim ini bertugas me-review implementasi program unggulan daerah (Dasacita) serta program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih dan Swasembada Pangan.
2. Tim Implementasi Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu. Dipimpin oleh Jonny Ericson Ataupah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT.
Gubernur menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 17,5% menjadi 11,5% di akhir masa kepemimpinan. Fokus utama adalah validasi data man-to-man dan penindakan tegas bagi oknum yang memanipulasi data kemiskinan.
3. Tim Optimalisasi PAD. Dipimpin oleh Bernhard Menoh, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, tim ini ditugaskan menutup kebocoran pajak, serta optimalisasi pendapatan daerah dengan meningkatkan sumber PAD yang ada maupun mencari sumber PAD baru.
4. Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan. Dipimpin oleh Selfi Nange, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, berfokus pada hilirisasi produk lokal melalui NTT Mart dan penyaluran KUR bagi ASN dan UMKM untuk kepentingan produktif.
5. Tim Komunikasi Pemerintahan. Dipimpin oleh Prisila Parera, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, bertugas memproduksi pemberitaan dan konten positif harian untuk menjaga ruang publik dari gosip dan membangun motivasi dan optimisme masyarakat. (as/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....