Pemprov NTT Perkuat Peran dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  • 30 Jul 2026 12:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat peran daerah sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan peninjauan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto melihat langsung progres pembangunan kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri garam terbesar di Indonesia.

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, kehadiran K-SIGN merupakan berkat bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, penetapan Rote Ndao sebagai salah satu pusat pengembangan industri garam nasional bukan hanya memperkuat upaya mewujudkan swasembada garam Indonesia, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

"Kehadiran Kawasan Sentra Industri Garam Nasional ini merupakan berkat yang luar biasa bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini akan memberikan multiplier effect yang sangat besar, mulai dari membuka lapangan kerja, mendorong hilirisasi industri garam, menggerakkan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Gubernur Melki.

Menurut Gubernur, keberadaan industri garam ini akan menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas. Tidak hanya petani garam yang memperoleh manfaat, tetapi juga pelaku UMKM, jasa transportasi, perdagangan, hingga sektor pendukung lainnya akan ikut bertumbuh.

Selain pembangunan fisik, proyek ini juga memberi perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat. Sebagian besar tenaga kerja yang terlibat berasal dari masyarakat lokal, sekaligus disiapkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja di sekitar kawasan industri.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Salah satunya Darma Pena, warga Desa Matasio, yang mengaku optimistis proyek tersebut akan membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.

"Tentunya kami senang sekali. Saat ini kami sedang mengikuti pelatihan sebelum nanti masuk kerja di sini," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....