Kapolda NTT Penting Menjaga Keberagaman sebagai Kekuatan

  • 26 Feb 2026 15:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., tegas menekankan pentingnya menjaga keberagaman NTT sebagai kekuatan. Hal ini bukan sumber perpecahan.Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah daerah yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya.

Hal itu disampaikan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., ketika memimpin Apel Siaga Kamtibmas bertema “Bersama Memelihara Kamtibmas di NTT untuk Indonesia”, Kamis, 26 Februari 2026, di Lantai 3 Gedung Rupatama Mapolda Nusa Tenggara Timur.

“Tugas kita adalah memastikan bahwa keberagaman ini menjadi sumber kekuatan. Jadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai kesempatan untuk merawat persatuan, menebar rasa aman, dan menumbuhkan kepercayaan,” ujar Kapolda.

Kapolda NTT menegaskan lima poin penting yang harus dipedomani seluruh personel dan stakeholder:

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.

2. Menjaga soliditas internal Polri serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.

3. Mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dan fungsi kepolisian lainnya dalam mendeteksi serta menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat.

4. Menjaga toleransi antarumat beragama, mengedepankan musyawarah dan pendekatan humanis, serta menghindari tindakan anarkis.

5. Memupuk rasa persaudaraan dan mempererat silaturahmi demi menjaga kamtibmas di NTT.

Kapolda menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel dan stakeholder atas dedikasi dan loyalitas dalam menjaga keamanan wilayah hukum Polda NTT.

“Tingkatkan kewaspadaan, perkuat soliditas, dan laksanakan tugas mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Semoga Tuhan Yang Maha Besar senantiasa memberikan perlindungan dan kekuatan kepada kita semua dalam mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Nusa Tenggara Timur yang kita cintai,” katanya.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Siaga Kamtibmas oleh Potensi Masyarakat (Potma) se-NTT. Secara serentak, seluruh elemen menyatakan komitmen untuk:

1. Bersama Polri menolak dengan tegas segala bentuk aksi anarkis dan pengrusakan serta perusuh masyarakat.

2. Mendukung tindakan tegas Polri dalam upaya terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

3. Siap melaporkan segala bentuk ancaman dan tindakan aksi anarkis dan pengrusakan serta perusuh masyarakat.

4. Siap mendukung program-program Presiden untuk meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.

5. Siap memelihara lingkungan, menjaga warga, menjaga aturan, dan memelihara kamtibmas di NTT untuk Indonesia.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, di sela kegiatan Kapolda NTT juga menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan Ojol, pelajar, Pramuka, Orang Muda Katolik (OMK), Banser NU, Kokam, HNSI, pengurus Orang Muda Gereja Katolik, serta Pemuda GMIT. Hal ini memperlihatkan wajah NTT sebagai “laboratorium toleransi” yang hidup.

Ojol yang setiap hari berada di jalanan bersinergi dengan Satpam dan PKS, Banser berdampingan dengan Pemuda Gereja, sementara para guru menegaskan bahwa keamanan sejati berakar dari pendidikan karakter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....