Manfaat Air Rebusan Beras bagi Tubuh

  • 12 Mei 2024 17:01 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Jika kita merendam beras atau memasak beras dengan air, akan terlihat cairan putih dengan tekstur yang kental. Cairan ini lebih banyak terlihat saat nasi mulai mendidih dan hampir matang

Dikutip dari kumparan, berdasarkan uji klinis, air rebusan beras yang agak kental ternyata mengandung sejumlah kandungan nutrisi, antara lain;

1. Mengandung banyak vitamin.

Dengan beragam kandungan zat gizi tersebut, tidak heran jika air rebusan beras yang agak kental atau disebut air tajin memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

2. Membuat berat badan stabil.

Penelitian menunjukkan bahwa dengan minum air tajin secara teratur dapat membuat berat badan menjadi lebih stabil. Nutrisi yang terkandung dalam air tajin dipercaya dapat mencegah terjadinya kegemukan.

3. Mencegah dan mengatasi sembelit.

Para ahli menyebutkan, bahwa air rebusan beras yang agak kental baik untuk menjaga kesehatan pencernaan, serta dapat mengobati masalah pencernaan seperti sembelit.

4. Menjaga kadar kolesterol dalam tubuh.

Air tajin mengandung karbohidrat, vitamin, dan nutrisi sehat lain, namun tidak mengandung laktosa, sehingga dipercaya bisa mempertahankan kadar kolesterol yang seimbang pada tubuh. Karena mengandung karbohidrat, air rebusan beras yang agak kental juga dapat membantu meningkatkan energi.

5. Mengurangi resiko penyakit Alzheimer.

Nutrisi yang terkandung di dalam air tajin juga sangat baik untuk menjaga kesehatan otak dan syaraf di sekitarnya. Air tajin tidak hanya dapat mengurangi resiko penyakit Alzheimer, namun juga mencegah pikun, meningkatkan kecerdasan, dan menenangkan pikiran.

6. Mencegah kanker.

Tidak seperti nasi yang kaya karbohidrat, air tajin merupakan sari-sari beras yang mengandung nutrisi baik untuk tubuh, dan dapat mencegah penyakit berbahaya seperti kanker. Air tajin yang berasal dari beras merah terbukti lebih baik.

Walaupun air rebusan beras yang agak kental memiliki segudang manfaat kesehatan bagi tubuh, namun anda dilarang untuk memberikannya kepada bayi berumur di bawah 6 bulan. Untuk pemakaian pada bayi diatas 6 bulan pun harus di melalui pengawasan dokter untuk mencegah alergi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....