Ciri-Ciri Tubuh yang Mengidap HIV
- 23 Jul 2025 12:41 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel darah putih jenis CD4 yang berfungsi melawan infeksi. Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. HIV tidak langsung menimbulkan gejala, namun seiring waktu, tubuh yang terinfeksi akan menunjukkan tanda-tanda tertentu yang bisa dikenali secara fisik.
Salah satu ciri yang paling umum terlihat adalah penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas. Hal ini disebabkan oleh gangguan metabolisme serta menurunnya nafsu makan akibat infeksi yang menyerang tubuh. Berat badan yang turun lebih dari 10% dalam waktu singkat merupakan tanda serius bahwa sistem kekebalan tubuh melemah.
Selain itu, masalah pada kulit dan mulut juga sering muncul. Pengidap HIV bisa mengalami ruam kulit berwarna kemerahan, gatal, hingga luka-luka terbuka. Di dalam mulut, dapat timbul sariawan yang tidak kunjung sembuh serta infeksi jamur seperti kandidiasis. Lidah bisa tampak putih akibat pertumbuhan jamur, dan gusi mudah berdarah.
Demam ringan yang berlangsung terus-menerus dan keringat malam yang berlebihan juga merupakan gejala khas HIV. Kondisi ini terjadi karena tubuh terus-menerus bereaksi terhadap infeksi virus. Penderita mungkin merasa menggigil di malam hari meskipun suhu udara tidak dingin, atau berkeringat hingga pakaian basah.
Ciri lainnya adalah pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher, ketiak, atau selangkangan. Kelenjar ini membesar sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi dan bisa dirasakan sebagai benjolan yang tidak nyeri. Selain itu, penderita juga mudah lelah dan mengalami kelelahan berkepanjangan meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Meski berbagai gejala tersebut bisa menjadi tanda HIV, banyak dari ciri-ciri tersebut juga ditemukan pada penyakit lain. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk memastikan apakah seseorang mengidap HIV adalah melalui tes HIV. Deteksi dini memungkinkan pengobatan antiretroviral (ARV) yang dapat memperlambat perkembangan virus dan memungkinkan pengidap menjalani hidup yang sehat dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....