Prinsip-Prinsip Islam dalam Demonstrasi yang Bermartabat

  • 01 Sep 2025 14:30 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Demonstrasi adalah salah satu bentuk ekspresi masyarakat yang dapat digunakan untuk menyuarakan protes atau aspirasi, khususnya dalam menghadapi ketidakadilan atau kebijakan yang dianggap merugikan. Namun, bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi demonstrasi menurut prinsip-prinsip syariah? Apa yang perlu dijaga agar setiap aksi tetap dalam koridor kebaikan tanpa menimbulkan kerusakan?

Dalam program Hikmah Pagi, Senin (1/9/25), Ustaz Machnun Uzni, S.I.Kom, Founder Sahabat Misykat Indonesia, mengingatkan bahwa demonstrasi dalam Islam harus dilandasi oleh prinsip-prinsip yang tidak hanya menuntut keadilan, tetapi juga menjaga kedamaian dan kebaikan bagi seluruh umat. Beliau menjelaskan beberapa syarat yang harus terpenuhi agar demonstrasi tetap sejalan dengan ajaran Islam.

"Yang pertama, demonstrasi harus bertujuan untuk menegakkan keadilan, menolak kezaliman, dan memperjuangkan hak yang sah. Sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menyuruh umat Islam untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan," ujar Ustaz Machnun, mengutip ayat Al-Qur’an yang mengajarkan prinsip dasar keadilan.

Ustaz Machnun kemudian menyarankan untuk mengambil contoh sejarah para pemimpin Islam, seperti Umar bin Khattab, yang mengingatkan pasukannya dalam berperang agar tidak merusak hak-hak rakyat sipil. "Ketika Umar bin Khattab mengirimkan pasukan perang, beliau menegaskan beberapa prinsip, seperti tidak mengganggu perempuan dan anak-anak, tidak merusak mata air, dan tidak menebang pohon-pohon. Ini adalah prinsip yang harus kita terapkan dalam demonstrasi, agar tidak merusak fasilitas umum atau hak orang lain," katanya.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga sikap bijaksana selama demonstrasi. "Jangan menggunakan gas air mata atau kekerasan. Dekati segala hal dengan cara dialog yang setara dan saling menghormati. Kita harus menjaga agar demonstrasi tetap berjalan damai dan tidak merusak," ujarnya.

Selain itu, Ustaz Machnun mengingatkan bahwa umat Islam dilarang membuat kerusakan setelah Allah memperbaiki. "Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita dalam Al-Qur’an agar tidak merusak bumi setelah ia diperbaiki. Ini berlaku dalam konteks hari ini, di mana gedung-gedung, fasilitas umum, dan jalan-jalan harus dijaga, bukan dirusak atau dibakar," jelasnya.

Sebagai tambahan, beliau mengutip hadis Rasulullah SAW yang mengajarkan tentang menjaga lisan dan tangan dalam segala perbuatan. "Seorang muslim itu adalah yang tidak menyakiti muslim lainnya dengan lisan ataupun tangan. Dalam konteks demonstrasi, kita harus menjaga ucapan kita agar tidak mengarah pada kebencian atau kekerasan. Saling bersabar dan memberi kesempatan bagi semua untuk menyuarakan pendapat dengan cara yang santun," ucap ustaz Machnun.

Sebagai langkah selanjutnya, beliau menganjurkan agar setiap permasalahan yang muncul diselesaikan dengan musyawarah. "Hendaklah kita selalu menganjurkan musyawarah untuk menyelesaikan setiap masalah. Dalam segala tindakan, kita harus mempertimbangkan maslahat yang lebih besar dan menghindari kerusakan," katanya.

Dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan kedamaian, Ustaz Machnun berharap agar setiap aksi demonstrasi dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, tanpa merusak fasilitas umum, dan yang lebih penting lagi, tanpa menyinggung hak orang lain. Sebagaimana ajaran Islam, tujuan akhir dari segala tindakan adalah untuk membawa kebaikan dan menghindari kerusakan di muka bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....