Harga Batu Bara Merosot, Ekspor Kaltim Ikut Tertekan
- 01 Des 2025 16:28 WIB
- Samarinda
KBRN Samarinda: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, mencatat harga batu bara global mengalami koreksi tajam sepanjang Oktober 2025. Penurunan harga yang cukup signifikan ini turut memengaruhi performa perdagangan luar negeri Kaltim yang selama ini bergantung pada ekspor komoditas energi.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, mengungkapkan harga KBA Indonesia turun drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Oktober 2024. “Penurunan harga batu bara didorong kelebihan pasokan global, sementara permintaan dari negara-negara konsumen utama belum membaik. Ini menyebabkan tekanan pada daya saing komoditas batu bara kita,” kata Yuniar di Kantor BPS Kaltim, Senin (1/12/2025).
Menurut BPS, stok batu bara yang masih tinggi di pasar internasional membuat kebutuhan impor banyak negara menurun. Selain faktor stok, tren transisi energi yang semakin cepat juga turut menahan permintaan.
“Transisi energi global menjadi faktor jangka panjang yang harus diantisipasi. Permintaan batu bara berangsur menurun karena banyak negara mulai beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan,” ucapnya
Dari sisi mitra dagang, Tiongkok mencatat penurunan impor batu bara dari Indonesia hingga 11 persen selama Januari hingga Oktober 2025. BPS menilai hal ini berkaitan dengan menurunnya aktivitas industri dan masih tingginya cadangan batu bara di negara tersebut. Kondisi ini turut menekan kontribusi ekspor Kaltim ke pasar Tiongkok.
Sementara itu, Jepang justru menunjukkan tren berbeda. Negeri Sakura mencatat peningkatan impor batu bara dari Indonesia sebesar 6,69 persen pada Oktober 2025, bahkan naik 3,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini diperkirakan terkait kebutuhan energi pada sektor pembangkit listrik menjelang musim dingin.
BPS menilai perkembangan global harus menjadi perhatian pemerintah daerah. “Kaltim sangat bergantung pada ekspor komoditas energi. Dinamika pasar internasional seperti ini menjadi pengingat agar daerah terus melakukan diversifikasi ekonomi dan mempersiapkan sektor lain yang lebih berkelanjutan,” ucapnya. (Zulfikar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....