Bukit Jenggolo Dikembangkan Jadi Kawasan Agrowisata

  • 19 Agt 2026 05:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID. Lumajang – Pemerintah Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, mengembangkan Bukit Jenggolo sebagai kawasan agrowisata untuk meningkatkan potensi ekonomi desa. Kawasan seluas 21 hektare tersebut ditargetkan mampu memberikan Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga Rp300 juta pada 2026.

Pengembangan Bukit Jenggolo menjadi salah satu bagian dari rangkaian Jenggolo Tape Fest 2026 yang digelar bersamaan dengan tradisi Sedekah Desa, Minggu, 16 Agustus 2026. Festival tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi alam, hasil bumi, produk lokal, serta seni budaya Desa Wonokerto.

Kepala Desa Wonokerto Tupin mengatakan kawasan Bukit Jenggolo berada di atas tanah kas desa yang memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan. Di antaranya kolam ikan, pisang emas, dan tanaman tebu yang dapat mendukung aktivitas agrowisata.

Pemerintah Desa Wonokerto telah menganggarkan pemanfaatan tanah kas desa dan kawasan Bukit Jenggolo dalam APBDes 2026. Target PADes sebesar Rp300 juta tersebut meningkat dibandingkan realisasi PADes 2025 yang tercatat Rp97 juta.

Pengembangan kawasan tersebut juga mulai mendapat perhatian wisatawan dari luar daerah. Tupin menyebut pengunjung dari Lampung dan Bali pernah datang ke Bukit Jenggolo, termasuk wisatawan asal Belanda.

“Alhamdulillah, ada tetangga juga dari Belanda datang ke sini untuk menikmati Bukit Jenggolo,” kata Tupin.

Untuk memperkenalkan potensi tersebut, Pemerintah Desa Wonokerto mengemas tradisi Sedekah Desa melalui Jenggolo Tape Fest 2026. Dalam kegiatan itu, masyarakat membagikan 5 tumpeng hasil bumi dan 5.000 porsi tape ketan secara gratis kepada pengunjung.

Selain hasil bumi, festival juga menampilkan beragam kesenian masyarakat. Pertunjukan yang disajikan antara lain jaran kencak, kuda lumping, bantengan, tari topeng Kaliwungu, karapan sapi, hingga kesenian khas masyarakat Madura.

Tupin mengatakan Sedekah Desa tetap menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan sarana mempererat silaturahmi masyarakat. Festival dikembangkan tanpa menghilangkan nilai tradisi yang telah berlangsung di Desa Wonokerto.

“Insyaallah nanti akan kita lanjutkan di tahun-tahun berikutnya dengan berbagai koreksi sehingga akan menjadi daya tarik untuk para pengunjung,” ujar Tupin.

Rangkaian Sedekah Desa sebelumnya diawali dengan khotmil Quran yang digelar di 21 titik di Desa Wonokerto. Sementara Jenggolo Tape Fest menjadi bagian dari upaya desa menggabungkan tradisi, potensi hasil bumi, seni budaya, dan pengembangan kawasan wisata.

Dengan pengembangan tersebut, Bukit Jenggolo diharapkan tidak hanya menjadi ruang kegiatan masyarakat, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kontribusi sektor wisata terhadap pendapatan desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....