Bhutan Bersiap Membuka Akses Lebih Luas lewat Bandara Baru dan Kota Ambisius
- 05 Mei 2026 08:33 WIB
- Jember
Poin Utama
- Bhutan
- Akses Udara
RRI.CO.ID, Bhutan - Kerajaan kecil di Himalaya, Bhutan, yang selama ini dikenal sangat membatasi kunjungan wisatawan, kini bersiap membuka diri secara lebih luas. Seperti dilansir dari artikel BBC Travel tanggal 1 Mei 2026 karya Erin Levi. Langkah ini ditandai dengan pembangunan bandara internasional baru di wilayah selatan serta proyek kota ambisius yang diharapkan mengubah wajah pariwisata negara tersebut.
Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, bahkan turun langsung bersama ribuan relawan untuk membuka lahan pembangunan Bandara Internasional Gelephu. Bandara yang ditargetkan beroperasi pada 2029 ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga simbol perpaduan modernitas dan nilai spiritual khas Bhutan. Terminalnya akan menggunakan kayu lokal dengan desain ramah lingkungan, lengkap dengan ruang meditasi, yoga, hingga terapi gong.
| Baca juga: Deretan Museum Baru Dunia Segera Dibuka |
Lebih dari sekadar bandara, proyek ini menjadi gerbang menuju kawasan baru bernama Gelephu Mindfulness City—sebuah kota yang dirancang sebagai pusat ekonomi, spiritualitas, dan keberlanjutan. Kota ini ditargetkan mampu menampung hingga satu juta penduduk pada 2060, sekaligus menarik investor dan wisatawan dari seluruh dunia.
Selama ini, Bhutan dikenal sebagai destinasi eksklusif dan sulit dijangkau. Sejak membuka diri untuk wisatawan pada 1974, negara ini menerapkan kebijakan “High Value, Low Volume” untuk menjaga budaya dan lingkungan dari dampak pariwisata massal. Bahkan hingga kini, wisatawan tetap dikenakan biaya pembangunan berkelanjutan sekitar 100 dolar AS per malam.
Akses menuju Bhutan juga terkenal menantang. Satu-satunya bandara internasional selama ini berada di Paro, yang dikelilingi pegunungan tinggi dan dikenal sebagai salah satu bandara tersulit di dunia untuk pendaratan. Hanya segelintir pilot yang memiliki kualifikasi untuk mendarat di sana.
Dengan hadirnya bandara baru di Gelephu, akses ke Bhutan diperkirakan akan jauh lebih mudah, sekaligus membuka wilayah selatan yang selama ini jarang dikunjungi wisatawan. Kawasan ini menawarkan lanskap berbeda dari Bhutan pada umumnya—lebih tropis, dengan hutan lebat, sungai, serta kekayaan hayati yang tinggi.
Di sekitar Gelephu, terdapat Royal Manas National Park yang menjadi habitat berbagai satwa langka seperti harimau, gajah, badak, hingga burung langka. Pemerintah juga mengembangkan jalur trekking baru sepanjang 168 km yang menghubungkan wilayah selatan dengan kawasan spiritual di Bhutan tengah.
Meski membuka akses lebih luas, Bhutan menegaskan tetap mempertahankan konsep pariwisata berkelanjutan yang menjadi ciri khasnya. Pemerintah ingin memastikan bahwa peningkatan jumlah wisatawan tidak mengorbankan lingkungan maupun nilai budaya yang selama ini dijaga ketat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....