Migrasi Mamalia Terbesar di Dunia yang Jarang Disaksikan Wisatawan
- 19 Jun 2026 11:14 WIB
- Jember
Poin Utama
- Migrasi Satwa
- Afrika
- KOnservasi Alam
RRI.CO.ID, Afrika - Migrasi besar satwa liar di Serengeti, Afrika Timur, dikenal sebagai salah satu pertunjukan alam paling spektakuler di bumi. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa migrasi mamalia darat terbesar di dunia sebenarnya berlangsung di wilayah yang jauh lebih jarang dikunjungi wisatawan, yakni di Sudan Selatan.
Dilansir dari BBC News (3-6-2026) menyebutkan bahwa setiap tahun, sekitar enam juta antelop melakukan perjalanan melintasi bentang alam yang luas di kawasan Great Nile Migration Landscape. Kawanan tersebut terdiri atas berbagai spesies, termasuk white-eared kob, Mongalla gazelle, tiang, dan bohor reedbuck yang bergerak mengikuti perubahan musim untuk mencari padang rumput dan sumber air.
Jumlah satwa yang terlibat dalam migrasi ini jauh melampaui migrasi terkenal di Serengeti yang melibatkan sekitar dua juta wildebeest, zebra, dan gazel. Para peneliti menyebut fenomena di Sudan Selatan ini sebagai migrasi mamalia darat terbesar yang pernah tercatat di dunia.
Keberadaan migrasi raksasa tersebut baru terungkap secara lebih jelas dalam beberapa tahun terakhir setelah survei udara berskala besar dilakukan oleh para ilmuwan dan organisasi konservasi. Selama puluhan tahun, konflik bersenjata dan kondisi keamanan yang tidak menentu membuat kawasan ini sulit diakses, sehingga salah satu keajaiban alam terbesar di dunia nyaris tidak dikenal publik internasional.
Manajer taman nasional dari organisasi konservasi African Parks, David Simpson, menggambarkan skala migrasi itu sebagai sesuatu yang luar biasa."Migrasi di Sudan Selatan mengungguli migrasi lain yang kita ketahui," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jumlah satwa yang bermigrasi hampir tiga kali lebih besar dibanding migrasi besar di Afrika Timur yang selama ini lebih terkenal.
Selain menjadi fenomena alam yang menakjubkan, migrasi tersebut juga memiliki peran penting bagi ekosistem setempat. Jutaan hewan yang bergerak setiap tahun membantu menjaga keseimbangan padang rumput dan mendukung kehidupan berbagai spesies predator maupun masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di kawasan tersebut.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa migrasi ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari pembangunan jalan, perluasan lahan pertanian, produksi arang, hingga eksploitasi sumber daya alam yang berpotensi mengganggu jalur migrasi satwa. Jika tidak dikelola dengan baik, perubahan bentang alam dapat mengancam kelangsungan salah satu fenomena alam terbesar di dunia tersebut.
Para pegiat konservasi berharap meningkatnya perhatian dunia terhadap migrasi Great Nile dapat mendorong upaya perlindungan habitat sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata berkelanjutan di Sudan Selatan pada masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....