Makau: Perpaduan Unik Budaya Timur dan Barat
- 24 Feb 2026 10:07 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Sering dijuluki sebagai "Las Vegas dari Asia," Makau memiliki identitas yang jauh lebih dalam daripada sekadar deretan kasino megah. Sebagai Wilayah Administratif Khusus (SAR) China, Makau adalah titik temu antara warisan kolonial Portugis dan tradisi Tiongkok yang kental. Makau adalah koloni Eropa pertama dan terakhir di Asia Timur. Portugis mulai menetap di sini pada pertengahan abad ke-16 (sekitar tahun 1550-an). Menariknya, Makau baru dikembalikan ke kedaulatan Tiongkok pada 20 Desember 1999, menandai berakhirnya era kolonialisme Barat di daratan Asia. Karena sejarah ini, Makau memiliki dua bahasa resmi: Kantonis dan Portugis. Anda akan menemukan papan jalan dan dokumen resmi dalam dua bahasa tersebut, meskipun penutur asli bahasa Portugis kini berjumlah sangat sedikit. Berikut ini beberapa fakta unik tentang negara Makau :
Pendapatan Kasino: Pendapatan dari sektor perjudian di Makau sering kali berkali-kali lipat lebih besar daripada Las Vegas Strip.
Satu-satunya di China: Makau adalah satu-satunya tempat di bawah kedaulatan Tiongkok di mana perjudian kasino legal. Hal ini menarik jutaan wisatawan dari daratan Tiongkok setiap tahunnya.
Pajak Rendah: Berkat pendapatan kasino yang masif, pemerintah Makau sering memberikan subsidi tunai tahunan kepada penduduk tetapnya.
Hidangan Wajib: Egg Tart gaya Portugis yang ikonik, Pork Chop Bun, dan Galinha à Africana (Ayam Afrika).
Pusat sejarah Makau telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Di sini, Anda bisa melihat gereja-gereja Barok berdiri berdampingan dengan kuil-kuil Tao kuno. Selain itu juga Makau memegang rekor sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Tingkat kepadatan di negara ini yaitu ± 21.000 jiwa per kilometer persegi. Secara geografis luas wilayah Makau terus bertambah karena reklamasi laut yang masif (Cotai Strip dulunya adalah laut).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....