Teduh Glamping Juara 5 Desa Wisata Bersih Jatim

  • 26 Nov 2025 19:21 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso: Objek wisata Teduh Glamping di Kecamatan Sumberwringin kembali menorehkan prestasi. Destinasi wisata yang berada di jalur pendakian Gunung Raung itu berhasil meraih juara 5 dalam Lomba Desa Wisata Bersih tingkat Provinsi Jawa Timur 2025.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumberwringin, Hendriyanto, mengatakan Teduh Glamping bersaing dengan puluhan desa wisata lain se-Jawa Timur pada penilaian yang digelar Oktober 2025 lalu. Kompetisi tersebut menilai aspek kebersihan, pengelolaan sampah, homestay, administrasi, hingga unit usaha.

“Dapat info dari Dispar Provinsi, turun ke Dispar kabupaten, ikut lah kita,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Usai masuk lima besar, Teduh Glamping mendapatkan pendampingan khusus terkait pengelolaan sampah. Selama ini, sampah hanya dipilah menjadi organik dan anorganik, namun tanpa pengolahan lanjutan. Sampah organik dibuang ke TPA, sementara sampah anorganik dijual ke pengepul.

Namun sejak dinobatkan sebagai juara 5, destinasi wisata yang berada di bawah pengelolaan Bumdes Raung Asri itu mendapatkan pendampingan dari Indonesia Menuju Hijau (IMH). Pendampingan yang telah berlangsung sebulan terakhir ini mengajarkan pemilahan sampah lebih rinci dan pengolahannya menjadi pupuk kompos maupun pupuk cair.

“Selama ini hanya dipisah jadi dua dibuang ke TPA saja,” kata Hendriyanto.

Ahmad Fadli Ridwan, Konsultan Manajemen Sampah IMH, memaparkan bahwa volume sampah Teduh Glamping mencapai 5 kwintal per minggu. Dari jumlah itu, 4 kwintal merupakan sampah organik yang berasal dari pengunjung dan daun-daun hutan yang mengelilingi area wisata.

“Rata-rata 1 hari 70–80 kilogram, campur organik dan anorganik,” ujarnya.

Untuk pengolahan, sampah organik dicacah menggunakan golok lalu dimasukkan ke dalam lubang berukuran 1 meter dengan kedalaman 0,5 meter. Proses produksi kompos membutuhkan waktu 2–3 minggu dan kini telah disiapkan 2 hingga 3 lubang tambahan.

Sementara itu, sampah berupa buah-buahan dipisahkan untuk diolah menjadi pupuk cair karena kandungan enzim yang dimilikinya.

“Ke depan semoga pengelola bisa meneruskan supaya sampah tidak terus menumpuk,” tambah Fadli.

Hendriyanto menuturkan bahwa setelah produksi kompos dan pupuk cair stabil, pihaknya berencana menjualnya. “Sekarang dipakai sendiri dulu, nanti kalau sudah banyak akan dijual,” katanya.

Teduh Glamping, yang dibentuk pada akhir 2025, menawarkan pengalaman glamping di atas aliran sungai dengan suasana teduh khas dataran tinggi Sumberwringin. Pengunjung dapat menikmati kuliner desa, kopi Arabika dan Robusta lokal, serta area Sendang—kolam alami yang bersumber dari tiga mata air dan dipercaya membawa manfaat awet muda.

Dengan konsep konservasi alam dan kenyamanan pengunjung, Teduh Glamping telah meraih sejumlah penghargaan. Pada 2024, destinasi ini masuk 20 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Pada 2025, Sumber Wringin juga dinobatkan sebagai Desa Budaya berkat tradisi Nyonteng Kolbuk.

Prestasi terbaru sebagai juara 5 Desa Wisata Bersih Jatim 2025 diharapkan semakin memperkuat komitmen Teduh Glamping dalam mewujudkan wisata ramah lingkungan dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....