Tarik Garis”, Wadah Kreatif Generasi Muda Bondowoso Berkarya
- 30 Okt 2025 19:49 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso: Puluhan karya lukisan terpajang rapi di sebuah ruangan di Kelurahan Kademangan, Bondowoso. Pameran drawing bertajuk “Tarik Garis”yang digagas oleh K5 Art Project itu menjadi ajang unjuk karya bagi para pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pameran tersebut menampilkan karya-karya siswa dari tingkat SD hingga SMA, dengan beragam teknik menggambar. Semula, kegiatan ini hanya diperuntukkan bagi pelajar SMA. Namun antusiasme yang tinggi membuat sejumlah siswa SMP dan SD turut mengirimkan karya mereka. Pameran ini akan berlangsung selama sepekan.
Ketua panitia, Fadiyah Tasya dari Rupa SMADA, mengatakan bahwa ada belasan pelajar dari berbagai daerah seperti Bondowoso, Jember, dan Mojokerto yang mengirimkan karya mereka. “Pesertanya datang dari beberapa daerah. Totalnya ada puluhan karya yang kami pamerkan,” ujarnya.
Menurut Fadiyah, tema Tarik Garis dipilih agar para pelajar dapat mengeksplorasi kemampuan mereka dalam seni rupa, khususnya teknik drawing.
“Banyak banget anak muda yang punya potensi di seni rupa, tapi belum punya wadah untuk menyalurkannya. Pameran ini jadi salah satu upaya untuk memberi ruang bagi mereka,” tambahnya.
Sementara itu, anggota K5 Art Project, Yudi Hariyanto, menjelaskan bahwa istilah Tarik Garis diambil karena teknik drawing identik dengan permainan garis dan arsiran menggunakan media kering. “Dari mengarsir, kita bisa memainkan garis dan menciptakan bentuk. Itulah dasar dari seni drawing,” jelasnya.
Ia menegaskan, keterlibatan pelajar dalam pameran ini bukan tanpa alasan. Selain memberikan wadah bagi perupa muda, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi seniman di Jawa Timur.
“Ada tiga karya di sini yang dibuat oleh siswa SD. Dunia seni butuh regenerasi. Tanpa generasi muda, kami para pelukis bisa mati,” pungkas Yudi.
Kabid Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan mengakui bahwa banyak kegiatan seni di daerahnya masih digagas secara mandiri oleh komunitas.
“Kegiatan kolektif yang dilakukan oleh para seniman tentu menjadi harapan kami agar bisa diikuti oleh komunitas lain. Namun memang dukungan dari pemerintah belum maksimal tahun ini,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya berjanji akan memberikan perhatian lebih ke depan, termasuk dengan menggelar lomba sketsa yang melibatkan pelajar dan seniman lokal. “Kami akan anggarkan kegiatan yang bersifat kolaboratif. Para pelukis akan kami libatkan dalam berbagai acara dinas, baik untuk menampilkan karya maupun berkolaborasi dalam promosi,” jelasnya.
Menurut Budi, Disparbudpora akan memberikan dukungan berupa tempat, media promosi, dan fasilitas lain untuk mendukung kreativitas para pelaku seni di Bondowoso.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....