Kappa Kombat Pengaruhi Dunia Sepak Bola dan Fashion

  • 31 Jan 2026 11:41 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pada awal 2000-an, Kappa mengguncang dunia sepak bola dengan sebuah inovasi yang menantang standar estetika mapan. Produk itu adalah Kappa Kombat, jersey elastis yang dikenal luas setelah dikenakan tim nasional Italia di EURO 2000. Inilah kostum yang pertama kali memperkenalkan penggunaan stretch fabric secara masif di lapangan sepak bola.

Dilansir dari nss-sports.com, konsep di balik Kombat sebenarnya sederhana namun revolusioner. Bahan elastis memungkinkan pemain tetap bergerak meski ditahan lawan, sekaligus membuat tarikan atau pelanggaran terlihat jelas sehingga wasit dapat memberikan sanksi. Jersey ini bukan hanya alat performa, tetapi juga media supaya pengambilan keputusan keadilan dari wasit jadi lebih baik.

Meski kini dianggap ikonik, sambutan awal terhadap Kombat justru penuh keraguan. Emanuele Ostini, desainer yang merancang Kombat untuk Kappa, mengungkap dalam sejumlah wawancara bahwa pada sesi fitting pertama di Coverciano, markas timnas Italia, tak satu pun pemain bintang seperti Francesco Totti, Alessandro Del Piero, atau Fabio Cannavaro berani mencobanya. Mereka merasa takut dengan potongan jersey yang sangat ketat. Hingga akhirnya Cannavaro bersedia memakainya. Melihat tubuh sang bek tampak semakin atletis, Ostini spontan berkata, “Kamu terlihat seperti Superman.” Sejak saat itu, Kombat juga mengubah persepsi visual pesepak bola, dari sekadar pemain menjadi atlet dengan fisik prima.

Sejak 2000, Kappa terus mengembangkan berbagai versi Kombat. Beberapa di antaranya bahkan berstatus cult di kalangan penggemar jersey, seperti kostum AS Roma di Liga Champions musim 2001/02, serta jersey legendaris Auxerre dengan sponsor PlayStation. Ada pula versi ekstrem, seperti jersey tanpa jahitan (seamless) yang dikenakan Napoli pada musim 2016/17.

Dampak Kombat tidak hanya terasa di sepak bola. Kesuksesannya juga mengubah arah desain fashion secara lebih luas. Jersey ketat ala Kombat secara tidak langsung “mengakhiri” dominasi kostum longgar khas 1990-an. Pengaruh taruhan Kappa pada stretch fabric kini terlihat jelas dalam koleksi merek-merek besar. Dolce & Gabbana menjadikannya ciri khas, mulai dari celana kargo stretch pada koleksi 2022 hingga little black dress berbahan cady stretch pada 2023. Diesel pun mengikuti jalur serupa. Bahkan, menurut nss-sports.com, pencarian kata “stretch” di situs resmi Diesel mengarah ke ratusan produk, menandakan betapa sentralnya bahan ini dalam desain modern.

Revolusi Kombat tampaknya belum selesai. Seperti pada awal 2000-an ketika jersey elastis Kappa mengubah estetika sepak bola, kini muncul kemungkinan kebangkitan baru. Tren blokecore, gaya berpakaian yang memadukan jeans pudar dengan jersey sepak bola retro, yang populer di media sosial, membuka jalan bagi diskusi estetika baru. Kappa terlibat secara tidak langsung lewat figur Héctor Bellerín yang kerap mengenakan jersey retro Real Betis, serta populernya jersey Manchester City dan Barcelona era 1990-an buatan Kappa.





google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....