Mengenal Hari Raya Unduh-unduh di Jemaat GKJW

  • 14 Mei 2024 17:45 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember : Ada pemandangan tak biasa di acara kebaktian Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Tunjungrejo, Yosowilangun Kidul kecamatan Yosowilangun kabupaten Lumajang. Berbagai hasil panen terlihat di halaman gereja. Sebelumnya, panen hasil bumi jemaat nampak diarak dari rumah menuju gereja dengan menggunakan gerobak yang dihias dan ditarik traktor sawah. Selain memperingati Kenaikan Yesus Kristus, ternyata ada tradisi hari raya Unduh-Unduh yang merupakan hari istimewa dalam kalender GKJW. Kegiatan ini, hanya dapat ditemui di Gereja Kristen Jawa.

Salah seorang jemaat muda, Christine (20 thn) menyampaikan, “Arti penting tradisi unduh-unduh adalah menghargai karunia dari Tuhan. Antara lain, berupa hasil yang diperoleh dari pekerjaan para jemaat sehari-hari. Rasa syukur yang diwujudkan dalam perayaan unduh-unduh, dilakukan dengan cara berbagi kepada sesama. Keluarga kami tidak berbagi padi, tapi lebih ke buah-buahan yang saat ini sedang kami panen,” ungkapnya.

Hari raya unduh-unduh digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen setiap tahunnya. Berasal dari kata unduh atau dalam bahasa Jawa disebut ngunduh, yang jika diterjemahkan berarti memetik atau memanen. Perayaan hari raya Unduh-Unduh sudah menjadi tradisi yang diperingati turun-temurun di GKJW.

Kemeriahan serupa juga nampak di GKJW Jemaat Jember yang ada di jalan Karimata Jember.

Pelayan jemaat, Pendeta Soni Saksono Putro menyampaikan “Tradisi ini merupakan perpaduan antara ajaran Alkitab dengan budaya Jawa. Dari proses akulturasi ini, nampak bahwa keberadaan agama tidak memudarkan budaya asli. Adanya kebudayaan justru menjadi salah satu cara untuk beribadah. Lebih jauh, ritual keagamaan ini menjadi media dalam mempertahankan kearifan lokal. Pada perayaan unduh-unduh di GKJW, jemaat pria berdandan pakaian adat Jawa berupa kain lurik dan udeng atau ikat kepala. Sedangkan yang wanita berbalut kebaya, mirip seperti petani di sawah.”ujarnya.

Perayaan Unduh-Unduh tak hanya menjadi ritual bagi jemaat GKJW. Keberadaannya juga menjadi salah satu cara untuk membuat budaya Jawa tetap lestari. Di antaranya, budaya mengucap syukur atas hasil panen, serta berbagai kearifan lokal yang eksis di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....