Masyarakat Suku Tengger di Lumajang Akan Gelar Hari Raya Besar Karo

  • 10 Jul 2026 09:24 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Persiapan Hari Raya Karo 2026 di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang mulai dimatangkan. Musyawarah Desa yang digelar di Balai Desa Ranupani menyepakati aspek teknis pelaksanaan salah satu tradisi terbesar masyarakat Tengger tersebut.

Forum yang dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh adat, perangkat desa, dan sekitar 50 warga itu menjadi titik awal menyamakan persepsi agar rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso dalam kesempatan itu mengingatkan pentingnya koordinasi jauh hari dengan kepolisian.

"Kami mengimbau agar setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar disampaikan kepada kepolisian minimal 14 hari sebelum pelaksanaan. Dengan begitu kami dapat menyiapkan langkah-langkah pengamanan dan pengaturan yang diperlukan sehingga seluruh rangkaian Hari Raya Karo dapat berjalan aman, tertib, dan lancar," ujar AKP Wahono Jumat 10 Juli 2026

Ia juga menekankan bahwa suksesnya kegiatan adat tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi pada partisipasi warga menjaga ketertiban.

"Kami berharap seluruh warga tetap menjaga persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Tradisi budaya yang sudah diwariskan turun-temurun ini harus menjadi kebanggaan bersama sekaligus dapat dinikmati dengan rasa aman," tambahnya.

Sementara itu Ketua Pelestari Adat Ranupani Sampurno menyampaikan Hari Raya Karo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 19 Agustus 2026.

"Hari Raya Karo adalah identitas masyarakat Tengger. Kami berharap seluruh warga bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Ranupani bukan hanya desa wisata, tetapi juga desa adat yang memiliki nilai budaya sangat tinggi sehingga harus terus kita lestarikan bersama," kata Sampurno.

Ketua BPD Ranupani Tuangkat menjelaskan musyawarah juga membahas teknis pelaksanaan, mulai dari iuran hingga pengaturan lokasi. Salah satu usulan yang mengemuka adalah permintaan kepada pengelola kawasan agar pendakian menuju Ranukumbolo ditutup sementara selama prosesi adat berlangsung, agar ibadah masyarakat Tengger tidak terganggu.

Hasil musyawarah menetapkan iuran penyelenggaraan sebesar Rp200.000 untuk keluarga kategori mampu dan Rp150.000 untuk keluarga kurang mampu. Selain itu disepakati tambahan iuran peringatan HUT Kemerdekaan RI sebesar Rp20.000 per keluarga.

Sekretaris Desa Ranupani juga menetapkan dua lokasi pertunjukan tayub, yaitu di rumah Romo Dukun dan Balai Desa Ranupani.

Romo Dukun Desa Ranupani Bambang Sutejo mengajak warga merayakan dengan menjaga nilai kebersamaan.

"Mari kita rayakan Hari Raya Karo dengan penuh rasa syukur, menjaga kerukunan, keamanan, dan saling menghormati. Tradisi ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur serta mempererat persaudaraan masyarakat Tengger," tuturnya.

Ia menambahkan pakaian adat yang digunakan saat prosesi didominasi warna hitam bagi laki-laki dengan udeng, dan jarik untuk perempuan. Penggunaan pakaian adat bersifat tidak wajib dan disesuaikan dengan kemampuan warga.

Camat Senduro Sarjitho mengapresiasi komitmen masyarakat Ranupani dalam melestarikan budaya Tengger. Ia menyebut pemerintah terus mendorong penguatan hukum adat melalui dukungan regulasi, termasuk arahan Kementerian Kebudayaan terkait pengesahan hukum adat melalui Surat Keputusan Bupati.

"Kami berterima kasih kepada masyarakat Ranupani yang hingga kini tetap melestarikan budaya Tengger. Semoga semangat gotong royong yang selama ini terjaga menjadikan pelaksanaan Hari Raya Karo tahun ini berlangsung sukses, aman, dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat," ujarnya.

Musyawarah tersebut juga dihadiri perwakilan Koramil Senduro, Kepala Resort Ranupani, serta perangkat RT dan RW. Seluruh peserta berkomitmen menjaga keamanan, kelestarian budaya, dan memperkuat sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, dan aparat keamanan agar prosesi Hari Raya Karo dapat berjalan khidmat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....