Potensi Bencana Musim Hujan, Basarnas Imbau Warga Cerdas Mengantisipasi

  • 07 Okt 2026 11:48 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Memasuki musim penghujan, masyarakat di wilayah Tapal Kuda (Jember, Banyuwangi, dan sekitarnya) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam. Keberhasilan penanganan situasi darurat tidak hanya bertumpu pada petugas di lapangan, melainkan juga kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan tindakan keselamatan mandiri.

Kepala Subseksi Sumber Daya Basarnas Banyuwangi, Farid Kurniadi, S.T., menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat menghadapi bencana terus membaik. Namun, pola penanganan masyarakat di lapangan masih cenderung reaktif saat terjadi musibah daripada melakukan langkah pencegahan dini.

"Kesadaran masyarakat mulai meningkat, tetapi tantangannya adalah bagaimana masyarakat bisa lebih proaktif sebelum bencana terjadi. Memahami potensi bahaya di lingkungan sekitar adalah kunci utama penanganan mandiri," ujar Farid saat menjadi narasumber program dialog Kentongan di Pro 1 RRI Jember pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Waspadai Banjir Bandang dan Kerentanan Lingkungan

Farid menjelaskan, peralihan musim saat ini membawa potensi bencana yang bervariasi, mulai dari tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga banjir bandang. Alih fungsi lahan dan gundulnya kawasan dataran tinggi sering kali memicu banjir bandang yang membawa material batu dan pepohonan sehingga memperbesar dampak kerusakan.

Selain bencana hidrometeorologi, timbulnya potensi bahaya baru seperti kecelakaan kendaraan listrik (Electric Vehicle) juga menjadi perhatian. Masyarakat diimbau tidak sembarangan mengevakuasi korban kecelakaan mobil listrik yang mengeluarkan asap untuk menghindari risiko ledakan baterai litium atau tersetrum arus tinggi.

Langkah Cerdas Penyelamatan Mandiri

Guna menekan angka korban jiwa saat kondisi darurat, Basarnas membagikan beberapa tips praktis keselamatan mandiri bagi masyarakat:

  • Pahami Pemindahan Korban Darurat: Pelajari teknik pengangkatan korban secara benar agar cedera yang dialami korban tidak bertambah parah sebelum bantuan medis tiba.
  • Kenali Jalur Evakuasi dan Alat Keselamatan: Saat naik transportasi umum atau kapal penyeberangan, selalu cek letak pintu darurat, baju pelampung (life jacket), dan perahu penyelamat (life raft).
  • Kendalikan Kepanikan: Kepanikan saat bencana menjadi pemicu utama tindakan impulsif yang berakibat fatal.
  • Cermat Menggunakan Ponsel: Boleh mendokumentasikan kejadian jika membantu memberikan gambaran lokasi bagi tim SAR, namun prioritaskan keselamatan diri serta jaga privasi korban saat mengunggah ke media sosial.

Jika membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan darurat (SAR), masyarakat dapat menghubungi panggilan darurat Basarnas di nomor 115, WhatsApp Pos SAR Jember (0811-337-115), atau Pos SAR Banyuwangi (0811-3333-115).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....