BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Tapal Kuda

  • 06 Okt 2026 15:37 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, pada Selasa 6 Oktober 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi sepanjang hari.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ganis Dyah L., S.Tr.Met., mengatakan potensi cuaca ekstrem pada hari ini dapat terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo. “Untuk kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, potensi cuaca ekstrem pada hari ini dapat terjadi di sejumlah wilayah Tapal Kuda, meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo,” ujar Ganis.

Menurutnya, secara umum kondisi cuaca di wilayah Tapal Kuda masih dipengaruhi musim kemarau. Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Kondisi tersebut diperkirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan pada sore sampai malam hari.

Ganis menyebutkan, suhu udara di wilayah Tapal Kuda berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 50 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan yang dapat mencapai 20 kilometer per jam.

Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta tidak berteduh di bawah pohon maupun baliho yang berpotensi roboh. Masyarakat juga diimbau memeriksa kondisi dan struktur bangunan untuk memastikan tetap aman.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh pengguna kendaraan. Hembusan angin dari arah samping berpotensi mengganggu keseimbangan kendaraan, sehingga pengendara diminta berhati-hati saat melintas, terutama di lokasi yang terbuka.

Selain cuaca ekstrem, BMKG juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan. Hingga tiga hari ke depan, ketinggian gelombang di perairan Banyuwangi, perairan Situbondo bagian timur, perairan utara Pulau Bali, Selat Bali bagian selatan, dan Selat Badung diprakirakan berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

Sementara itu, gelombang di perairan selatan Pulau Bali diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter atau masuk kategori tinggi. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.

BMKG juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur. Tingkat kewaspadaan karhutla di sejumlah wilayah berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi.

Berdasarkan pemantauan titik panas atau hotspot, sejumlah wilayah Tapal Kuda, di antaranya Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang, termasuk wilayah yang terpantau memiliki jumlah hotspot cukup tinggi di Jawa Timur.

Ganis mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran secara terbuka maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di lahan kering, perkebunan, dan kawasan sekitar hutan. “Masyarakat juga diharapkan meningkatkan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi kebakaran, terutama untuk wilayah Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang, serta melakukan koordinasi lintas instansi,” katanya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, khususnya ketika terjadi perubahan kondisi cuaca secara cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....