PCNU Bondowoso Siapkan Lima Gerakan Besar 2026–2031

  • 05 Okt 2026 13:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso -Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso menyiapkan lima gerakan utama untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kemanfaatan bagi masyarakat selama periode 2026–2031.

Lima agenda tersebut dibahas dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I PCNU Bondowoso di Pondok Pesantren Al Imam, Kecamatan Grujugan, Minggu, 4 Oktober 2026 kemarin. Kegiatan diikuti jajaran lembaga, MWCNU, Rais MWCNU, dan para delegasi.

Kelima gerakan itu meliputi penguatan jam'iyah, merawat jamaah, menyiapkan kader, membangun kemandirian, dan menghadirkan kemanfaatan.

Penguatan jam'iyah diarahkan pada konsolidasi struktur organisasi, penguatan MWCNU dan ranting, serta digitalisasi administrasi. Sementara penguatan jamaah mencakup dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, pembinaan jamaah, serta penguatan fungsi masjid dan musala.

Untuk kaderisasi, PCNU Bondowoso akan memperkuat peran pelajar, mahasiswa, perempuan, dan pemuda sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan organisasi.

Sementara itu, kemandirian diarahkan pada pemberdayaan ekonomi warga NU melalui pengembangan UMKM, ketahanan pangan, aset, dan badan usaha NU. Adapun kemanfaatan difokuskan pada bidang pendidikan, kesehatan, serta sosial kemanusiaan.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid yang membuka Muskercab mengajak NU memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.

“Sejalan dengan cita-cita besar NU untuk merawat jagat membangun peradaban, mari kita perkuat semangat kebersamaan, kemandirian ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bondowoso,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah maupun organisasi tertentu secara sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar program pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas.

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam meminta seluruh pengurus memperkuat soliditas dan meningkatkan khidmat kepada masyarakat.

Ia menegaskan, jabatan kepengurusan bukan sekadar posisi organisatoris, melainkan amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.

“Karenanya kami mohon nantinya di seluruh jajaran kepengurusan, ulama, untuk melakukan upaya-upaya secara baik di masyarakat kita. Karena semua harus karena Allah,” tuturnya.

Melalui Muskercab I tersebut, PCNU Bondowoso berharap seluruh lembaga dan badan otonom dapat menyatukan langkah dalam satu gerakan besar, sehingga penguatan organisasi berjalan beriringan dengan peningkatan kemanfaatan dan kemandirian warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....