Laynai 341 Ribu Kendaraan Sebulan, ASDP Tambah Kapasitas Dermaga Ketapang

  • 02 Okt 2026 10:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Sebanyak 341.826 kendaraan telah dilayani di lintasan Ketapang-Gilimanuk selama periode 31 Agustus hingga 29 September 2026. Tingginya volume kendaraan tersebut mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat peningkatan kapasitas dermaga untuk mendukung kelancaran penyeberangan.

Direktur Teknik ASDP Nana Sutisna mengatakan penambahan kapasitas dermaga menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk mengatasi kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Pembahasan langkah tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis, 1 Oktober 2026.

“Saat ini kondisi penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini sering terjadi antrean panjang. Jadi saya datang dan bertemu Pak Wakil Bupati, tentunya ingin cari solusi dan memberikan satu informasi planning-planning-nya apa yang mau dikerjakan untuk kelancaran penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” ujar Nana, Kamsi 1 Oktober 2026.

Dari total kendaraan yang dilayani, sebanyak 115.469 merupakan sepeda motor, 84.489 mobil, 14.567 bus, dan 127.301 truk. Pada periode yang sama, sebanyak 823 kapal beroperasi dengan total 9.984 perjalanan di lintasan tersebut.

ASDP menargetkan peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dari 2.000 Gross Tonnage (GT) menjadi 5.000 GT dapat beroperasi secara fungsional pada Desember 2026. Sementara Dermaga V Ketapang yang saat ini berupa dermaga ponton akan ditingkatkan menjadi dermaga movable bridge (MB) berkapasitas 5.000 GT dan ditargetkan beroperasi pada Maret 2027.

“Ke depan semua dermaga secara bertahap kita tambah kapasitasnya. Sehingga semua dermaga bisa dilalui kendaraan berkapasitas berat,” ujar Nana.

Nana mengatakan kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk dipengaruhi sejumlah kondisi yang secara bersamaan berdampak terhadap kapasitas efektif pelayanan. Dinamika operasional pada sejumlah lintasan dan fasilitas penyeberangan turut memengaruhi fleksibilitas pengaturan layanan, sementara karakteristik dan volume kendaraan membutuhkan penyesuaian kapasitas serta distribusi muatan.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan Pemkab Banyuwangi akan mendukung upaya peningkatan kelancaran penyeberangan melalui penataan akses menuju pelabuhan. Sejumlah langkah yang disiapkan meliputi optimalisasi jalan alternatif lingkar Ketapang, penataan underpass perlintasan kereta api, serta perluasan area buffer zone.

“Termasuk jembatan penghubung antara Dermaga LCM dengan Bulusan sedang kita tuntaskan. Kemudian jalan alternatif lingkar Ketapang, terutama underpass kereta api. Nanti kita rencanakan akan kita turunkan untuk landasan jalannya,” kata Mujiono.

Pemkab Banyuwangi juga mendukung perluasan area parkir di Terminal Ketapang sebagai kantong kendaraan. Dengan penambahan ruang tersebut, kendaraan yang mengantre diharapkan tidak perlu berhenti di badan jalan sehingga kepadatan lalu lintas di sekitar pelabuhan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....