Kemarau Berkepanjangan Berdampak pada Pertanian dan Harga Komoditas di Jember
- 02 Okt 2026 17:27 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember — Kemarau berkepanjangan mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jember. Keterbatasan air menyebabkan sejumlah tanaman mengalami kekurangan air, terutama tanaman jagung dan berbagai komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan air dan sistem irigasi menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Kekurangan pasokan air membuat sebagian tanaman mengalami kekeringan dan berpotensi menurunkan hasil panen.
"Banyak tanaman tanaman jagung yang kekurangan air tanaman holtikultura rusak, tanaman cabe yg ga kebagian air mengalami kekeringan. Ini bukti nyata bahwa kondisi irigasi sangat dibutuhkan dan sangat menentukan" ujar Jumantoro Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI), jumat 2 Oktober 2026.
Dalam dialog Hallo RRI Pro 1 RRI Jember, disampaikan pentingnya menjaga kawasan pertanian yang berada di sekitar aliran Sungai Bedadung. Pemerintah daerah diminta bersama masyarakat mempertahankan kawasan tersebut agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan perumahan maupun pergudangan yang dapat berdampak terhadap ketahanan pangan.
Dampak kemarau juga mulai terlihat pada ketersediaan dan harga sejumlah komoditas di pasar. Pasokan cabai dan tomat disebut terbatas sehingga terjadi kenaikan harga. Sementara itu, ketersediaan sayuran di Pasar Tanjung Jember masih disebut relatif aman dan terkendali.
Harga cabai dalam pembahasan tersebut disebut berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Kondisi kekeringan di Jember juga telah berdampak pada ketersediaan air masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD pada akhir September hingga awal Oktober 2026 masih melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Data BPS Kabupaten Jember juga menunjukkan bahwa cabai dan tomat merupakan komoditas hortikultura yang diproduksi dalam jumlah cukup besar di Jember, sehingga kondisi cuaca dan ketersediaan air menjadi perhatian bagi keberlanjutan produksinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....