Intensitas Kebakaran Meningkat, TNBTS Perketat Pengawasan Kawasan

  • 01 Okt 2026 22:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mencatat peningkatan intensitas kebakaran di kawasan konservasi sepanjang musim kemarau 2026.

Hingga saat ini, terdapat lima kejadian yang tergolong besar, sementara sejumlah kejadian lainnya berskala lebih kecil. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha BBTNBTS, Bambang Suriyono.

Menurutnya, dibandingkan periode sebelumnya, kemunculan api di kawasan TNBTS pada 2026 lebih sering terjadi. Meski sebagian besar api dapat segera dipadamkan, frekuensi kemunculannya meningkat.

Bambang membandingkan kondisi tersebut dengan 2023, ketika BBTNBTS mencatat empat kejadian kebakaran besar dengan luasan yang signifikan.

“Kalau dari sisi kejadian memang iya. Api muncul itu berkali-kali, walaupun tugas kami bisa memadamkan api tersebut. Tapi untuk intensitas, itu lebih sering di tahun ini,” ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Meski demikian, pihaknya belum menemukan bukti penyebab kebakaran tersebut. Menurutnya, dugaan sementara lebih mengarah pada aktivitas manusia di dalam maupun sekitar kawasan konservasi.

Ia mencontohkan, penggunaan flare untuk sesi foto pranikah yang pernah menjadi penyebab kebakaran besar pada 2023. Selain itu, api dari perapian atau api unggun yang tidak dipastikan padam juga berpotensi menyambar vegetasi kering.

“Kami juga pernah menemukan benda yang diduga dupa di area rumput kawasan TNBTS. Benda itu ditemukan sebelum menimbulkan kebakaran dan langsung ditangani petugas,” katanya.

Untuk mengantisipasi kebakaran, BBTNBTS meningkatkan penjagaan di sejumlah destinasi wisata dan jalur masuk kawasan. Pengawasan juga dilakukan bersama TNI dan Polri, termasuk di jalur yang kerap digunakan masyarakat meski bukan jalur kunjungan wisata.

BBTNBTS juga berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan kebakaran. Salah satu langkah yang dinilai membantu adalah operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di kawasan yang rawan terbakar.

Bambang meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar kawasan TNBTS. Laporan dapat disampaikan kepada petugas BBTNBTS, pemerintah desa, TNI, maupun Polri.

“Kami mengimbau, masyarakat yang mengolah lahan di sekitar kawasan hutan agar tidak melakukan pembakaran saat kondisi kering. Api dari lahan masyarakat berpotensi merambat ke kawasan konservasi,” katanya.

Sementara bagi wisatawan, BBTNBTS mengingatkan untuk mematuhi larangan membuat api unggun maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Imbauan itu juga disampaikan saat proses pembelian tiket kunjungan secara daring.

BBTNBTS meminta seluruh pihak ikut menjaga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai kawasan konservasi, terutama selama kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....