Menjaga Ketenangan Hati di tengah Kehidupan Serba Cepat
- 28 Sep 2026 18:24 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kemajuan teknologi membuat banyak hal dalam kehidupan menjadi lebih mudah. Komunikasi dapat dilakukan dalam hitungan detik, informasi tersedia kapan saja, dan berbagai kebutuhan dapat dipenuhi dengan cepat. Namun, kemudahan tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan ketenangan hati. Di tengah kehidupan yang serba cepat, sebagian orang justru semakin mudah merasa gelisah, membandingkan diri, dan sulit menikmati proses.
Fenomena tersebut menjadi pembahasan dalam kajian rohani Mutiara Pagi RRI Jember, Selasa 11 Agustus 2026. Program yang dipandu Retno Palupi tersebut menghadirkan Ustaz Cecep Adiatna, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Silo, Kementerian Agama Kabupaten Jember, untuk membahas tema “Mengapa Hati Mudah Gelisah di Tengah Hidup yang Serba Mudah?”.
Menurut Ustaz Cecep, salah satu penyebab kegelisahan adalah kebiasaan membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain, terutama melalui media sosial. Apa yang terlihat di media sosial umumnya hanya potongan kehidupan yang menyenangkan, sementara perjuangan dan persoalan di baliknya tidak selalu terlihat. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa hidupnya kurang dibandingkan orang lain.
Penyebab lainnya adalah keinginan mendapatkan segala sesuatu secara instan. Kemudahan teknologi membuat sebagian orang terbiasa dengan hasil yang cepat, termasuk ketika menginginkan kesuksesan, kekayaan, maupun pencapaian tertentu. Padahal, menurut Ustaz Cecep, proses pertumbuhan dan kedewasaan membutuhkan waktu serta pengalaman.
Kegelisahan juga dapat muncul ketika seseorang terlalu banyak mencampuri urusan orang lain. Kebiasaan mencari tahu berbagai informasi yang sebenarnya tidak berkaitan dengan kehidupan sendiri dapat menghabiskan perhatian dan energi. Dalam konteks kehidupan digital, terlalu banyak mengonsumsi informasi di media sosial juga dapat membuat pikiran semakin penuh.
Ustaz Cecep menjelaskan, upaya mencari ketenangan melalui hiburan semata juga belum tentu menyelesaikan sumber kegelisahan. Aktivitas seperti terus-menerus menggulir media sosial atau bermain gim dapat memberikan hiburan sementara, tetapi ketenangan batin membutuhkan pendekatan yang lebih mendalam.
Dalam perspektif Islam, ketenangan hati berkaitan dengan mengingat Allah SWT atau dzikrullah. Hal tersebut sebagaimana pesan dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 yang menyebutkan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Karena itu, ketika menghadapi kegelisahan, seseorang tidak hanya perlu mencari pengalihan, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Dalam menghadapi prasangka atau kabar yang berpotensi menimbulkan fitnah, Ustaz Cecep mengingatkan pentingnya melakukan tabayun atau klarifikasi. Klarifikasi dapat dilakukan secukupnya dengan cara yang santun, kemudian persoalan yang berada di luar kendali diserahkan kepada Allah SWT. Sikap tersebut juga penting diterapkan dalam penggunaan media sosial agar seseorang tidak menghabiskan energi untuk terus merespons berbagai komentar.
Penggunaan media sosial juga perlu dilakukan secara bijak. Kebiasaan membagikan setiap bentuk kebahagiaan atau pencapaian kepada publik dapat menimbulkan persepsi yang berbeda pada orang lain. Karena itu, seseorang perlu mempertimbangkan manfaat dan dampak dari informasi yang dibagikan agar tidak memicu prasangka maupun rasa iri.
Ustaz Cecep menutup pembahasan dengan mengingatkan pentingnya bersyukur atas apa yang telah dimiliki. “Janganlah sedih melihat orang lain memperoleh nikmat atau sedih karena belum mendapatkan yang diinginkan, tetapi bersedihlah jika kita tidak mampu bersyukur terhadap apa yang sudah kita dapatkan,” ujar Ustaz Cecep dalam Mutiara Pagi, Selasa (11/8/2026).
Ia juga mengibaratkan teknologi seperti mobil yang dapat membawa manusia bergerak dengan cepat, sementara hiburan menjadi salah satu fasilitas dalam perjalanan tersebut. Agama dan iman, menurutnya, berperan seperti GPS yang memberikan arah agar kemajuan dan kemudahan teknologi tetap membawa manusia menuju tujuan kehidupan yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....