Reaktivasi Jalur Kereta Masih Tunggu Keputusan Strategis
- 21 Sep 2026 17:06 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Rencana reaktivasi jalur kereta api di wilayah Bondowoso dan dua kabupaten lainnya di Jawa Timur masih menunggu kejelasan keputusan strategis dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah menyatakan siap mendukung, namun tahapan teknis dan kepastian pelaksanaan program masih perlu dipetakan bersama.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, pihaknya mengundang Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk memperoleh kejelasan mengenai kebijakan reaktivasi, termasuk tahapan pekerjaan dan pemetaan program.
Pembahasan teknis selanjutnya akan melibatkan kementerian, dinas perkeretaapian, pemerintah provinsi, serta tiga pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilintasi jalur tersebut.
“Kita ini sebetulnya mengundang Dirjen Perkeretaapian itu dalam rangka meminta kejelasan tentang kebijakan ini dan memperjelas tahapan-tahapan serta pemetaannya,” kata Abdul Hamid Wahid saat dikonfirmasi pada Senin, 21 September 2026.
Menurutnya, hingga saat ini belum terdapat ketegasan apakah kebijakan reaktivasi tersebut akan benar-benar diimplementasikan sesuai prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.
Hamid menjelaskan, reaktivasi jalur kereta api tersebut telah masuk dalam prioritas pembangunan nasional dan rencana strategis perkeretaapian periode 2025-2029. Namun, rencana strategis tersebut disebut akan mengalami perubahan sehingga pemerintah daerah masih mengikuti perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Jadi sampai saat ini kajian yang dilakukan itu baru pada menetapkan ini sebagai prioritas di dalam pembangunan nasional dan rencana strategis,” ujarnya.
Salah satu tahapan yang dinilai membutuhkan waktu adalah feasibility study atau studi kelayakan. Kajian sebelumnya disebut telah dilakukan pada 2010 sehingga perlu diperbarui karena kondisi saat ini sudah banyak berubah.
Hamid menyebut, apabila studi kelayakan dilakukan secara simultan dengan melibatkan berbagai pihak, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Dengan demikian, apabila dimulai pada 2027, hasil studi kelayakan baru diperkirakan tersedia sekitar 2029.
“Kita dengar tadi bahwa perencanaan saja, feasibility study itu perlu ada pekerjaan ulang karena itu sudah dilakukan tahun 2010 yang lalu dan kondisinya sudah sangat berbeda,” tuturnya.
Menurut Hamid, kondisi tersebut menjadi persoalan karena pelaksanaan studi kelayakan membutuhkan keputusan strategis terlebih dahulu. Sementara keputusan strategis tersebut juga berkaitan dengan hasil dan proses kajian.
“Ini seperti telur dan ayam. Nah makanya kita akan mencoba berkoordinasi dan audiensi tentang keputusan strategis itu,” ungkapnya.
Pemkab Bondowoso, kata Hamid, pada prinsipnya siap memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Namun, reaktivasi jalur kereta api merupakan program dan kewenangan pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah berada pada posisi mendukung pelaksanaannya.
“Pada prinsipnya kita siap mendukung. Jadi ini bukan inisiatif kita, ini bukan program dan wilayah kita, tetapi wilayah kementerian, wilayah dan kewenangan pusat,” katanya.
Ia menilai reaktivasi jalur kereta api memiliki arti strategis bagi daerah, terutama dalam memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan serta pemerataan ekonomi. Jalur tersebut juga dinilai dapat menunjang sektor pariwisata, pertanian, dan aktivitas ekonomi lainnya.
Hamid menambahkan, sejumlah daerah juga telah mengambil langkah awal. Salah satunya Kabupaten Jember yang disebut telah menganggarkan kajian bersama Universitas Jember (UNEJ). Sementara Bondowoso telah melakukan kajian awal dan pendekatan dengan masyarakat.
“Dari kesimpulan itu saja kita menganggap ini urgensinya sangat kuat dan sangat penting,” ujarnya.
Terkait anggaran kajian, Hamid memastikan Pemkab Bondowoso belum mengalokasikan anggaran khusus untuk studi kelayakan dalam APBD saat ini. Meski demikian, pemerintah daerah telah melakukan kajian awal serta pendekatan kepada masyarakat yang berada di sekitar lahan jalur kereta api.
“Kita sudah melakukan kajian awal kemarin, melakukan pendekatan juga dengan masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....