Jember Dorong Hilirisasi Tembakau, Produk Cerutu Tembus 45 Negara

  • 21 Sep 2026 01:26 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Industri cerutu menjadi salah satu sektor yang didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tembakau.

Saat ini, sedikitnya enam pabrikan cerutu beroperasi di Jember dan sekitar 90 persen produksinya ditujukan untuk pasar ekspor.

Bupati Jember, Muhammad Fawait menyampaikan hal tersebut saat meninjau salah satu produsen cerutu di Jember, PT Bin Cigar, Sabtu (19/9/2026).

“Jember kini mengukuhkan diri sebagai daerah pengisi pasar ekspor cerutu terbesar di Indonesia. Produk kita sudah menembus hampir 45 negara, termasuk pengiriman terbaru ke Amerika Serikat, Timur Tengah, Eropa seperti Yunani dan Jerman hingga Tiongkok serta kawasan ASEAN," katanya.

Selain melalui ekspor langsung, produk cerutu Jember juga disebut telah masuk ke jaringan toko bebas bea atau duty free di sekitar 10 negara.

Fawait mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan adanya proses hilirisasi tembakau, dari komoditas pertanian menjadi produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa hilirisasi tembakau di Jember berhasil mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai jual tinggi," ujarnya.

Pemkab Jember juga menyatakan akan memperhatikan kondisi petani tembakau di tengah fluktuasi harga yang dipengaruhi kondisi pasar.

Dukungan yang telah diberikan antara lain akses jaminan kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, sementara bantuan sarana pendukung pertanian juga direncanakan.

Selain tembakau dan cerutu, pemerintah daerah mencatat sejumlah komoditas Jember lainnya yang memiliki pasar ekspor, seperti kopi, edamame, cokelat, serta produk kerajinan UMKM.

Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan akan mendorong pendampingan dan perluasan pasar untuk komoditas tersebut sebagai bagian dari penguatan sektor produksi dan perdagangan daerah.

“Pemkab bertekad untuk terus mendampingi serta memfasilitasi ekspansi pasar bagi seluruh komoditas unggulan tersebut," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....