Sepekan KM Virgo Tenggelam, Dua Keluarga Banyuwangi Menunggu Kabar

  • 18 Sep 2026 19:54 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Sepekan setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa, keluarga dua warga Banyuwangi yang menjadi korban hilang masih menunggu kabar. Soni Marta Andika (40), warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, dan Ponco Budi Raharjo, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, merupakan sopir dan kernet truk bermuatan paket yang menumpang kapal tersebut.

Keluarga berharap proses pencarian segera menemukan Soni dan Ponco dalam kondisi selamat. Keduanya merupakan tulang punggung keluarga sehingga ketidakpastian mengenai keberadaan mereka juga berdampak terhadap kehidupan keluarga yang ditinggalkan.

Istri Soni, Rini Handayani (49), mengatakan suaminya telah belasan tahun bekerja sebagai sopir truk. Saat menumpang KM Virgo Transport 8, Soni membawa muatan paket logistik dari Jakarta menuju Banjarmasin dan rute tersebut merupakan perjalanan pertamanya untuk tujuan tersebut.

“Ini baru pertama kali rute Jakarta-Banjarmasin. Sebelumnya bukan rute ini,” kata Rini saat ditemui Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis 17 September 2026.

Rini terakhir berkomunikasi dengan Soni melalui panggilan video pada Sabtu malam, 12 September 2026, beberapa jam sebelum kapal mengalami kecelakaan. Saat itu, Soni sudah berada di dalam kamar kapal dan sempat menanyakan kondisi anak bungsunya, Firdan Maulana (8), yang sedang demam.

Menurut Rini, Soni memang jarang berada di rumah karena pekerjaannya sebagai sopir truk. Ia terakhir pulang sekitar 1,5 bulan sebelum kejadian dan sebenarnya berencana kembali ke rumah, tetapi mengambil satu rute tambahan untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah anak sulungnya, Firman Eka Putra (17), yang kini duduk di bangku SMK.

“Sebenarnya kemarin sudah mau pulang. Tapi nambah satu rute lagi karena butuh uang untuk bayar sekolah anaknya yang pertama,” ujar Rini.

Soni menjadi satu-satunya pencari nafkah bagi keluarganya. Selain tinggal bersama istri dan dua anaknya, keluarga tersebut juga tinggal bersama orang tua dan adik Soni.

Sementara itu, keluarga Ponco Budi Raharjo di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, juga masih menunggu kepastian. Ponco tinggal bersama istrinya, Eny Tri Widayati (41), serta dua anak kembar mereka, Safira Niken Raharja dan Tiara Niken Raharja, yang saat ini berkuliah di Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Eny mengatakan Ponco biasanya memberikan kabar melalui grup WhatsApp keluarga ketika melakukan perjalanan. Sebelum KM Virgo berangkat, Ponco sempat mengabarkan bahwa dirinya sudah berada di kapal.

“Sabtu pagi sempat telepon sebentar, tapi saya tidak begitu perhatikan saat itu karena keburu-buru ke Posyandu. Sekarang saya menyesal, kenapa waktu itu tidak saya perhatikan teleponnya,” kata Eny.

Sejak Ponco dinyatakan hilang, kedua anaknya pulang ke rumah untuk menemani Eny. Biasanya, Eny tinggal sendiri karena kedua anaknya menetap di Jember untuk menjalani perkuliahan.

Eny mengaku selama ini kebutuhan keluarga sepenuhnya bergantung pada penghasilan Ponco sebagai kernet truk. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap dan sehari-hari menjalankan aktivitas sebagai kader posyandu di desanya.

“Saya ini kalau ada apa-apa selalu bilang ke Mas Ponco,” tuturnya.

Eny mengetahui kabar kecelakaan KM Virgo Transport 8 dari seorang teman yang suaminya juga bekerja sebagai sopir truk. Setelah mendapat informasi tersebut, ia menghubungi keluarga di Kalimantan untuk memastikan keberadaan Ponco yang ternyata berada di kapal tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah mengunjungi keluarga Soni dan Ponco di kediaman masing-masing. Ipuk menyampaikan keprihatinan sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang masih menunggu hasil pencarian.

Hingga Kamis, 17 September 2026, proses pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. Keluarga Soni dan Ponco berharap pencarian segera membuahkan hasil dan keduanya dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....