Risiko Gelombang Tinggi dan Tantangan Keselamatan Nelayan Pantai Selatan
- 17 Sep 2026 01:17 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Perairan pantai selatan Kabupaten Jember memiliki karakteristik gelombang tinggi dan angin kencang yang berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran. Koordinator Pos SAR Jember, Jefriyanzah Putra Pratama, mengingatkan para nelayan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan saat melaut.
Jefri menjelaskan, puncak fenomena gelombang tinggi dan angin kencang di perairan pantai selatan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia rutin terjadi pada rentang bulan Agustus hingga November, dengan ketinggian gelombang di lapangan mencapai tiga meter. Ancaman kecelakaan laut paling sering terjadi di area pelawangan, yaitu lokasi perbatasan saat perahu keluar (exit) menuju laut lepas atau masuk (entry) kembali ke darat memecah ombak. Di titik tersebut, perhitungan dan kemampuan membaca pergerakan ombak menjadi kunci utama keselamatan.
"Kondisi cuaca di pantai selatan memang memiliki potensi risiko yang tinggi. Namun, faktor kebutuhan ekonomi sering kali membuat nelayan tetap nekat melaut meski sudah ada imbauan cuaca ekstrem dari BMKG," kata Jefri dalam program Dialog Kentongan Pro 1 RRI Jember pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Ganasnya ombak pelawangan juga kerap menjadi kendala teknis bagi tim SAR saat melakukan evakuasi pertolongan di laut. Karakteristik gelombang tinggi di pesisir selatan sering kali memaksa petugas menggunakan perahu jukung lokal dibanding perahu karet (rubber boat) agar dapat menembus ombak dengan aman.
| Baca juga: Koral Budidaya Banyuwangi Tembus 20 Negara |
Selain faktor cuaca dan tantangan alam, penggunaan alat keselamatan dasar seperti rompi pelampung (life jacket) di kalangan nelayan tradisional masih belum maksimal akibat masalah kenyamanan dan adanya mitos lokal. Di sisi lain, kepesertaan jaminan perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan kerap terputus karena nelayan enggan melanjutkan iuran secara mandiri setelah masa penjaminan gratis dari pemerintah berakhir.
Untuk mengatasi persoalan ini secara jangka panjang, Pos SAR Jember bersama instansi terkait mulai mengalihkan strategi sosialisasi dengan memberikan edukasi keselamatan maritim sejak dini kepada anak-anak nelayan di pemukiman pesisir. Langkah ini diharapkan dapat membentuk budaya sadar risiko dan keselamatan yang lebih kuat bagi generasi penerus di wilayah pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....