Koral Budidaya Banyuwangi Tembus 20 Negara
- 28 Agt 2026 17:35 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Koral hidup hasil budidaya Banyuwangi telah menembus pasar internasional dengan tujuan sekitar 20 negara di Asia, Amerika, hingga Eropa. Produk tersebut seluruhnya berasal dari hasil budidaya dan telah diekspor PT Srikandi Aquarium sejak 2011.
Terbaru, perusahaan yang berlokasi di Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, itu kembali mengirim koral hidup senilai 2.500 dolar AS ke Amerika Serikat, Jumat, 28 Agustus 2026. Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Owner PT Srikandi Aquarium I Ketut Sukandi mengatakan perusahaannya telah mengembangkan budidaya sekaligus ekspor koral selama 15 tahun. Hingga kini, produknya telah dipasarkan ke sekitar 20 negara di tiga benua.
“Kami mulai ekspor sejak 2011. Sampai sekarang sudah sekitar 20 negara yang menjadi tujuan ekspor,” ujar Sukandi, Jum'at 28 Agustus 2026.
Menurut Sukandi, koral yang dipasarkan seluruhnya merupakan hasil budidaya dan tidak diambil langsung dari alam. Pembudidayaan dilakukan di fasilitas perusahaan di Jalan Situbondo-Banyuwangi, Desa Bulusan.
Saat ini terdapat sekitar 29 jenis koral yang dibudidayakan dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 80 ribu koloni atau biji koral per tahun. Seluruh produksi tersebut ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor karena permintaan dari luar negeri masih cukup tinggi.
Pengiriman dilakukan secara berkala setiap delapan hingga 10 hari sekali. Nilai ekspor perusahaan rata-rata mencapai sekitar 25 ribu dolar AS setiap bulan dengan harga koral yang disebut relatif stabil.
Namun, kegiatan budidaya koral juga menghadapi tantangan, terutama kondisi gelombang laut. Gelombang besar dapat mengganggu meja budidaya yang ditempatkan di laut sehingga membutuhkan penguatan agar tidak rusak atau terbalik.
“Seperti bulan Agustus ini, gelombang cukup besar. Meja-meja budidaya di laut bisa bergoyang. Karena itu harus diperkuat agar tidak terbalik,” kata Sukandi.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah akan terus membuka peluang bagi produk UMKM untuk masuk ke pasar internasional. Salah satu upaya yang dilakukan melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.
“Kementerian Perdagangan mempunyai Perwakilan Perdagangan, Atase Perdagangan, dan ITPC di 33 negara. Tugas mereka mencarikan buyer atau mempromosikan produk-produk Indonesia. Salah satunya produk UMKM yang ada di Banyuwangi,” kata Budi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....