Pelajar Jember Kenalkan Cerita Pandalungan di Olimpiade Bahasa Indonesia
- 14 Sep 2026 16:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kemampuan berbahasa Indonesia tidak hanya diuji melalui penguasaan tata bahasa. Kreativitas dalam menyampaikan cerita juga menjadi bagian penting dalam kompetisi bahasa. Hal tersebut dialami Azzahra Nur Zahira, siswi kelas XI IPAS MAN 2 Jember, dalam perjalanannya hingga menjadi finalis Olimpiade Bahasa Indonesia.
Pengalaman tersebut ia bagikan dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Jember pada Senin, 7 September 2026.
Salah satu tahap yang harus dilalui Azza adalah menyampaikan cerita mengenai Pandalungan melalui penampilan yang menuntut kemampuan berbahasa sekaligus penghayatan terhadap cerita.
Pandalungan sendiri menjadi bagian yang dekat dengan kehidupan masyarakat di wilayah Jember dan sekitarnya. Membawa cerita Pandalungan dalam kompetisi membuat Azza tidak hanya dituntut memahami bahasa Indonesia, tetapi juga mampu mengemas cerita lokal agar dapat disampaikan dengan menarik.
Perjalanan Azza menuju final tidak berlangsung dalam satu tahap. Ia harus melewati rangkaian tantangan yang mencakup tata bahasa, storytelling mengenai Pandalungan, hingga monolog.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kompetisi bahasa dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berbicara, menyusun cerita, sekaligus mengenalkan cerita dari lingkungan sendiri.
| Baca juga: Peserta Tajemtra 2026 Tembus 25.613 Orang |
Azza sendiri sudah terbiasa mengikuti kompetisi sejak usia dini. Ia pernah mengikuti lomba Pildacil sejak taman kanak-kanak dan kembali aktif berkompetisi ketika memasuki jenjang sekolah menengah.
Di tengah kesibukan sekolah dan rutinitas menghafal Al-Qur'an di asrama, Azza memanfaatkan waktu-waktu singkat untuk tetap belajar. Waktu istirahat di sekolah bahkan menjadi salah satu kesempatan yang digunakannya untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Menurut Azza, perjalanan dalam kompetisi tidak perlu dibandingkan dengan pencapaian orang lain. Setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing.
“Percaya dengan kemampuan diri sendiri dan jangan membandingkan proses kita dengan orang lain, karena setiap orang punya jalannya masing-masing,” kata Azza.
Pengalaman menuju final Olimpiade Bahasa Indonesia menjadi salah satu perjalanan bagi Azza untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus keberanian tampil. Cerita Pandalungan yang dibawakannya juga menjadi bagian dari proses tersebut, dengan menjadikan lingkungan dan budaya lokal sebagai materi yang dapat diangkat dalam sebuah kompetisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....