Workshop Teater UKSM Panjalu UNEJ : Before The Curtain Rise
- 29 Sep 2026 16:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember: Unit Kegiatan Seni Mahasiswa (UKSM) Panjalu Universitas Jember mendorong minat generasi muda terhadap dunia teater melalui Workshop Teater bertajuk Before the Curtain Rise. Kegiatan yang berfokus pada penulisan naskah teater tersebut digelar pada hari Minggu (27/9/2026) di Hall Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember.
Ketua Panitia Workshop Teater, Sheren Sayco, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kerja Bidang Teater UKSM Panjalu. Awalnya, kegiatan dirancang dalam bentuk seminar, namun konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi workshop agar peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan proses penulisan naskah.
“Kita mau mencoba supaya kita sebagai anggota UKSM Panjalu yang bidang teater terutama itu juga bisa ikut lebih berkembang. Makanya kita lebih memilih ke workshop, karena biar kita ada praktiknya,” ujar Sheren.
Menurut Sheren, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi anggota UKSM Panjalu saja. Workshop juga menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan teater kepada mahasiswa lain, khususnya mahasiswa baru, sekaligus mendorong ketertarikan mereka untuk terlibat dalam bidang teater. Ia menilai minat generasi muda terhadap teater masih perlu terus ditumbuhkan.
“Kegiatan yang memadukan materi dan praktik ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal proses kreatif dalam teater secara lebih dekat. Untuk di era sekarang, melihat adik-adik, minat di teater itu sedikit kurang. Jadi selain untuk anggota Panjalu, kita juga berharap workshop ini bisa menarik minat mahasiswa lainnya, mahasiswa baru, supaya mereka ada minat yang lebih tinggi, terutama di bidang teater,” jelasnya.
Workshop teater ini menghadirkan pegiat seni dan sastra serta ketua Komunitas Seni dan Budaya 3A Bondowoso, Novi Agus Triono, yang dikenal dengan nama panggung Gus Nov. Dalam materinya, peserta diajak memahami bagaimana sebuah ide cerita dapat dikembangkan menjadi naskah drama.
“Berbagai cerita dapat menjadi bahan naskah selama mampu diolah menjadi cerita yang memiliki kekuatan dramatik. Banyak ide cerita itu bisa jadi naskah drama. Asalkan nanti strateginya ide cerita itu dijadikan dramatik. Dramatis itu nanti ada konflik,” ujar Gus Nov.
Menurutnya, cerita yang berasal dari kehidupan sehari-hari pun dapat dikembangkan menjadi drama. Persoalan yang terjadi di lingkungan rumah, misalnya, dapat menjadi sumber cerita karena setiap orang memiliki pengalaman dan konflik dalam kehidupannya. Tantangannya adalah bagaimana penulis mengembangkan konflik tersebut agar memiliki kekuatan dramatik.

Selain konflik, Gus Nov menekankan pentingnya sudut pandang dalam membangun sebuah naskah. Penulis perlu menentukan dari sisi siapa konflik akan diceritakan karena pilihan tersebut akan memengaruhi arah cerita dan cara penonton memahami persoalan yang diangkat.
“Sudut pandang itu sangat penting untuk membangun sebuah ide yang kuat menjadi drama. Kita nggak bisa mengambil semua ide dari sudut sana dan sudut sini,” katanya.
Praktisi seni yang sering terlibat dalam kegiatan literasi dan penulisan kreatif ini menjelaskan, sebuah konflik dapat menghasilkan cerita yang berbeda ketika dilihat dari sudut pandang tokoh yang berbeda. Dalam cerita mengenai kejahatan, misalnya, penulis dapat memilih perspektif pelaku maupun korban. Pilihan perspektif tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan konflik dalam naskah.
Pembahasan tersebut juga tercermin dalam materi The Dramatic Bloom yang diberikan dalam workshop. Materi mencakup pengembangan ide dramatik, karakter, konflik, tujuan tokoh, rintangan, tindakan, hingga subteks dalam dialog. Naskah juga diposisikan sebagai rancangan yang dapat dikembangkan lebih lanjut menuju sebuah pertunjukan. Gus Nov menilai kegiatan seperti ini penting untuk membangun atmosfer teater yang lebih baik di kalangan anak muda. Pemahaman mengenai dramatik, drama, dan teater dapat membantu peserta mengembangkan gagasan secara lebih terarah sekaligus membuka ruang bagi munculnya penulis naskah baru.
“Ini membangun kemunculan penulis-penulis naskah baru bagi anak-anak muda, karena kita kadang-kadang tidak bisa mengikuti lagi apa sebenarnya konflik-konflik yang sangat penting bagi adik-adik hari ini,” tuturnya.
Dalam proses persiapannya, Sheren Sayco mengatakan panitia perlu menyesuaikan pembagian waktu dan sumber daya manusia yang tersedia. Selain itu, persiapan kegiatan juga berlangsung beriringan dengan proses administrasi dan perizinan penggunaan ruang. Menurut Sheren, keterbatasan waktu membuat panitia perlu melakukan penyesuaian dan koordinasi secara intensif agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan.
“Meski menghadapi sejumlah tantangan dalam persiapan, panitia tetap dapat melaksanakan kegiatan sesuai rencana. Kita berharap workshop penulisan naskah ini dapat menjadi salah satu ruang yang mendorong mahasiswa untuk lebih mengenal dan tertarik pada dunia teater." katanya.
Melalui workshop teater, UKSM Panjalu tidak hanya membuka ruang belajar mengenai penulisan naskah, tetapi juga mendorong generasi muda mengolah persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka menjadi gagasan dan karya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....