Karya Santriwati Al-Qodiri Jember Tembus Pameran Kaligrafi di Lebanon

  • 09 Sep 2026 09:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Karya kaligrafi santriwati Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember, Erikafatul Insani, berhasil terpilih untuk ditampilkan dalam Pameran Kaligrafi di Lebanon. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian internasional Erika setelah konsisten menekuni seni kaligrafi.

Pengalaman tersebut ia bagikan dalam program Sore Ceria Berjaringan Se-Pro 2 Jawa Timur dari Pro 2 RRI Jember pada Kamis, 3 September 2026.

Erika mengaku proses menghasilkan karya tersebut berlangsung di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa. Saat itu, ia sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa di Probolinggo sekaligus menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau KKN.

Di tengah berbagai aktivitas tersebut, Erika tetap menyisihkan waktu untuk menyelesaikan karya kaligrafinya. Baginya, berkarya tidak harus menunggu adanya waktu luang, tetapi justru perlu menyediakan waktu secara khusus.

“Jangan menunggu waktu luang, tapi kita yang harus meluangkan waktu untuk karya kita,” ujar Erika.

Menurut Erika, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari proses panjang yang telah dilaluinya dalam mempelajari kaligrafi. Ketertarikannya pada seni bermula sejak sekolah dasar karena ia memang menyukai kegiatan menggambar.

Ia kemudian mengenal kaligrafi ketika ditunjuk temannya untuk mewakili kelas dalam perlombaan class meeting di pondok pesantren. Tanpa melalui pendidikan khusus sebelumnya, Erika berhasil meraih juara pertama.

Namun, perjalanan Erika tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat beberapa kali mengalami kekalahan dalam perlombaan tingkat kabupaten. Dari pengalaman tersebut, Erika mulai mengevaluasi teknik yang digunakannya dan menyadari adanya kemampuan yang masih perlu dikembangkan.

Atas dukungan gurunya, Erika kemudian mendapatkan bimbingan dari pengajar khusus kaligrafi. Proses tersebut membantunya memahami kaligrafi secara lebih mendalam, termasuk teknik dan kaidah yang tidak ditemukan dalam menggambar biasa.

Bagi Erika, kaligrafi bukan hanya tentang menghasilkan tulisan yang indah. Ia menyebut seni tersebut sebagai “arsitek rohani” karena prosesnya menuntut kesabaran, ketelitian, dan ketekunan.

Erika juga memegang filosofi yang diberikan ustaznya mengenai hubungan kaligrafi dengan Al-Qur'an.

“Penghafal Al-Qur'an menjaga Al-Qur'an dengan hafalannya, sedangkan penulis kaligrafi menjaga Al-Qur'an melalui tulisannya,” ungkapnya.

Terpilihnya karya Erika dalam pameran di Lebanon menunjukkan bahwa karya yang dikerjakan dari lingkungan pesantren dan Jember dapat memperoleh ruang di tingkat internasional. Bagi Erika, pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan konsisten dalam berkarya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....