Teknologi Makin Canggih, Jiwa Seni Tak Tergantikan di PEKSIMINAS XVI

  • 09 Sep 2026 07:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Gemuruh tepuk tangan dan sorotan panggung mengiringi pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII Tahun 2026 di Universitas Jember, Selasa (8/9/2026).

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang semakin mampu menghasilkan karya dalam hitungan detik, ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia justru berkumpul untuk menunjukkan sesuatu yang tidak mudah ditiru mesin: rasa, ekspresi, dan jiwa dalam berkesenian.

PEKSIMINAS XVIII 2026 menjadi ruang pertemuan para talenta seni mahasiswa yang sebelumnya telah melewati seleksi di tingkat daerah melalui Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA). Mereka kini berkompetisi di tingkat nasional untuk memperebutkan gelar juara dalam 15 tangkai seni.

Universitas Jember dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang dua tahunan tersebut. Kegiatan yang berlangsung 7 hingga 10 September 2026 ini diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur.

Ketua Panitia PEKSIMINAS XVIII 2026, Fendi Setyawan, mengatakan kehadiran para peserta dari berbagai provinsi merupakan bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan dalam mengekspresikan diri melalui seni.

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan dan digitalisasi justru menjadi momentum bagi seniman muda untuk semakin menunjukkan sisi kemanusiaan dalam karya.

“Teknologi bisa meniru banyak hal, tetapi ia tidak akan pernah bisa meniru getaran jiwa seorang seniman,” ujar Fendi.

Pesan serupa disampaikan Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna. Ia meminta seluruh peserta berkompetisi dengan sungguh-sungguh, namun tetap menikmati proses berkarya.

Bagi Iwan, PEKSIMINAS tidak semata-mata tentang siapa yang membawa pulang piala. Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bertemu, membangun pertemanan, memperluas jejaring, serta membawa pengalaman dan gagasan baru ketika kembali ke kampus masing-masing.

“Berkompetisilah dengan bersungguh-sungguh, tetapi jangan sampai kehilangan kegembiraan dalam berkarya,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Belmawa, Beny Bandanadjaja, menilai PEKSIMINAS memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi seni. Perhelatan tersebut menjadi ruang aktualisasi diri sekaligus sarana memperkuat persaudaraan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Skala penyelenggaraan PEKSIMINAS XVIII 2026 pun cukup besar. Sebanyak 894 mahasiswa ambil bagian dalam kompetisi, didampingi 472 dosen pendamping dan 460 ofisial. Mereka dinilai oleh 45 juri dan mewakili 167 perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.

Di atas panggung, para mahasiswa tidak hanya mempertaruhkan kemampuan untuk meraih juara. Mereka membawa identitas, pengalaman, kreativitas, dan cerita masing-masing melalui karya seni.

Pada akhirnya, ketika teknologi terus berkembang dan kecerdasan buatan semakin mampu menghasilkan berbagai bentuk karya, PEKSIMINAS XVIII mengingatkan bahwa seni bukan sekadar tentang hasil akhir.

Ada rasa yang hadir ketika seseorang bernyanyi, bergerak, memainkan musik, membaca puisi, atau menampilkan sebuah karya. Ada pengalaman manusia yang melatarbelakanginya.

Dan di sanalah seni masih memiliki ruang yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh teknologi: jiwa manusia yang menghidupkan sebuah karya.

Para pemenang Juara 1, 2, dan 3 PEKSIMINAS XVIII 2026 nantinya akan memperoleh trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Sementara Juara Harapan 1, 2, dan 3 mendapatkan trofi dan piagam penghargaan.

Namun lebih dari sekadar penghargaan, empat hari penyelenggaraan PEKSIMINAS di Universitas Jember menjadi perjalanan bagi para mahasiswa untuk bertemu dengan sesama talenta muda, bertukar pengalaman, dan membuktikan bahwa di tengah derasnya perkembangan teknologi, manusia masih memiliki cara sendiri untuk menciptakan sesuatu yang hidup melalui seni.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....